RADAR PURWOREJO – Aksi arogansi oelh anggota organisasi massa (ormas) pun kembali terulang. Kali ini, aksi tercela dilakukan anggota ormas yang mengenakan pakaian seragam seperti Pemuda Pancasila (PP) bernama Supono.
Supono yang juga menjabat Kepala Desa Menganti, Kecamatan Sruweng kini menjadi buah bibir karena video singkat tentang dirinya viral. Dia ramai dibicarakan usai melakukan aksi intimidasi terhadap warga. Dalam video beredar, Supono juga sempat melontarkan hujatan kepada aktivis dari salah satu LSM di Kebumen.
Aksi intimidasi tersebut diketahui buntut dari adanya laporan warga ke Polres Kebumen atas dugaan pungutan liar (pungli) di salah satu sekolah dasar. Warga terpaksa membuat laporan polisi lantaran keberatan selama ini sekolah anaknya mamatok biaya tambahan. Dalam peristiwa ini, LPKSM Kresna Cakra Nusantara diminta bantuan untuk mengawal kasus tersebut.
Tak terima atas laporan tersebut, Supono bersama rekan lain mencoba mendatangi wali murid untuk klarifikasi. Mereka datang menemui warga dengan mengenakan seragam loreng berwarna jingga.
Dia juga sempat memohon warga ketika terjadi permasalahan untuk diselesaikan bersama. "Kalau bisa dirembuk. Ojo main lapor seperti itu," kata Supono, dalam video beredar.
Supono awalnya tampak bicara baik-baik agar laporan bersedia dicabut. Namun, permintaan itu ternyata tetap ditolak. Hal ini membuat Supono naik pitam dan mengancam warga tersebut angkat kaki dari desa karena dianggap sudah membuat kisruh. "Rumah njenengan ngontrak, tapi kamu sering bikin masalah. Kamu kalau begitu tak usir lho nanti," katanya.
Supono pun sempat terlibat cekcok hebat dengan Sugiyono dari LPKSM Kresna Nusantara yang saat itu berada di lokasi. Pada pertemuan itu keduanya bersitegang. Supono yang sudah tersulut emosi kemudian mencak-mencak sembari bertolak pinggang. "Kalau tidak mau mencabut laporan, besok pagi kamu harus keluar dari Desa Menganti karena sudah membuat keributan," kata Supono.
Meski mendapat hardik dan intimidasi, Sugiyono ternyata tak bergeming. Dia tak khawatir karena merasa sudah mendapat kuasa untuk pendampingan terkait dugaan kasus pungli yang dialami warga tersebut. "Saya berharap hal serupa tidak terjadi lagi di Kebumen," kata Sugiyono ketika dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (23/7).
Sugiyono cukup perihatin karena peristiwa itu melibatkan ormas yang juga sebagai kades aktif. Parahnya lagi, dia juga mengaku sempat mendapat perlakuan arogansi usai handphone miliknya sempat akan dirampas.
Atas perlakuan tersebut dia meminta aparat penegak hukum tak menutup mata. Sebab menurutnya seorang aktivis cukup rentan menerima perlakuan yang mengarah pada tindak pidana. "Polres Kebumen harus seirus lagi melindungi kami para relawan aktivis kontrol sosial," ucapnya.
Sampai berita ini ditayangkan, Radar Jogja sudah mencoba meminta keterangan dari berbagai sumber. Antara lain kades bersangkutan, pengurus MPC Pemuda Pancasila Kebumen, Dinas PMD Kebumen dan Paguyuban Reksa Praja. Namun masing-masing tidak mersepon ihwal peristiwa tersebut. (fid/pra)