Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Menghadapi Tantangan Era AI: Banyak Jenis Pekerja Hilang, Disnaker Kebumen Ajak Masyarakat Beralih ke Keterampilan Digital

Muhammad Hafied • Rabu, 12 Februari 2025 | 04:15 WIB

 

SIMBOLIS: Jajajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen berfoto bersama tenaga kerja saat sosialisasi produktivitas perusahaan, Selasa (11/2/2024).
SIMBOLIS: Jajajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen berfoto bersama tenaga kerja saat sosialisasi produktivitas perusahaan, Selasa (11/2/2024).

 

KEBUMEN - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen Budhi Suwanto menilai tantangan dunia kerja ke depan semakin nyata.

Kehadiran teknologi terbarukan era sekarang menjadi ancaman tersendiri.

Tidak sedikit jenis pekerjaan yang bakal hilang begitu saja karena tergantikan kecanggihan teknologi.

Menurut Budhi, penggunaan teknologi di dunia kerja bagaikan pisau bermata dua. Dia tak memungkiri kahadiran teknologi di dunia industri membawa efisiensi serta kemudahan.

Namun di lain sisi penggunaan teknologi juga mengancam tenaga kerja manusia.

"Tantangan ke depan semakin banyak jenis pekerja hilang karena tergantikan teknologi," jelas Budhi saat sosialisasi produktivitas perusahaan, Selasa (11/2/2025).

Peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menuntut banyak pihak harus berfikir keras.

Terutama sektor pekerjaan yang bersifat adminsitratif. Hal ini yang perlu menjadi perhatian bersama.

"Sudah pakai AI. Buat nasi goreng saja sudah pakai mesin canggih. Nah ini tantangan ke depan," jelasnya.

Dia menyebut, tantangan di era serba teknologi seperti sekarang memang cukup berat.

Artinya dari sisi perusahaan juga perlu memiliki imunitas kuat agar tetap eksis. Belum lagi antarperusahaan harus bersaing ketat demi keberlangsungan perusahaan itu sendiri.

"Teknologi tidak bisa dinafikan, mau tidak mau tetap harus bersahabat," ujarnya.

Menghadapi tantangan ini, Disnaker Kebumen mulai berfokus pada peralihan keterampilan tenaga kerja dari konvensional ke digital.

Berbagai program pelatihan telah dijalankan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan zaman.

"Kami coba lewat balai pelatihan kerja, bagaimana skill mumpuni menjadi pilar menghadapi dunia baru era teknologi," terangnya.

Ia menekankan pentingnya strategi khusus dalam menyiapkan SDM yang siap bersaing.

Hal ini menjadi krusial bagi Kebumen, yang masih tercatat sebagai daerah termiskin di Jawa Tengah.

Sementara itu, Manajer Perbankan Warsito menilai, perkembangan teknologi memaksa peralihan budaya atau kebiasaan masyarakat.

Dia sepakat bahwa perusahaan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Pendekatan modernisasi ini menjadi kunci penting perusahaan dapat ikut berkompetisi.

"Contoh kecil, dulu harus datang ke ATM untuk transfer uang. Sekarang 24 jam di genggaman tangan," ujarnya. (fid/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tantangan #daya saing #dunia kerja #teknologi #sdm #ai #inovasi #Disnaker Kebumen #industri