KEBUMEN - Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kebumen dipastikan tak terganggu pasca adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Optimalisasi pelayanan berbasis online menjadi solusi alternatif yang bakal diterapkan Disdukcapil Kebumen.
Kepala Disdukcapil Kebumen Jamal Darwanto mengaku ada sejumlah pos anggaran yang dipangkas usai keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Namun pos anggaran tersebut tidak berdampak pada pelayanan reguler.
Dia memastikan semua pelayanan akan tetap berjalan normal seperti biasa. "Tidak, tidak ada pengaruh di pelayanan. Minggu saja kami tetap buka di alun-alun," katanya, Selasa (11/2/2025).
Jamal mengatakan, efisiensi belanja dinas tidak mengganggu program prioritas di Disdukcapil Kebumen.
Semua itu baginya bukan menjadi batu sandungan untuk pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih lagi pihaknya sudah lama menekankan pentingnya pelayanan berbasis online. Bahkan kerja-kerja Disdukcapil sekarang sudah dibantu dengan adanya operator di tingkat desa dan kecamatan.
"Sekarang di desa sudah bisa akses. Tidak perlu lagi datang ke kantor kami," ungkapnya.
Bagi Jamal, efisiensi anggaran sebagaimana perintah Presiden Prabowo membawa banyak pelajaran.
Ketersediaan anggaran yang terbatas menurutnya memaksa dinas harus mempertimbangkan berbagai aspek prioritas.
Tanpa harus mengurangi kualitas standar pelayanan publik. Selain itu dinas juga perlu selektif memilah program kerja dan kegiatan.
"Poinnya harus jeli. Tuntutannya seperti itu," kata Jamal.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman mengajak agar eksekutif melalui dinas terkait ikut membawa semangat efisiensi anggaran berdasar Inpres terbaru.
Dalam hal ini lembaga dewan juga rela memangkas anggaran perjalanan dinas demi program prioritas nasional.
"Bukan hanya kami. Tapi dinas juga harus patuh aturan. Di dewan saja sekian miliar yang dipangkas," tandasnya. (fid)
Editor : Winda Atika Ira Puspita