KEBUMEN - Suasana kebahagiaan menyelimuti prosesi kepulangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kebumen, Selasa (26/5). Setelah dua bulan berada di lingkungan asrama, mereka akhirnya diperkenankan pulang ke rumah untuk bertemu keluarga masing-masing.
Sejak pagi, siswa SRT mulai sibuk menata perlengkapan dan beragam kebutuhan untuk pulang kampung. Sampai pada akhirnya sekira pukul 14.00, mereka diberi izin meninggalkan lingkungan sekolah. Para siswa tampak pulang dengan mengenakan seragam identitas berwarna merah marun. Masing-masing juga terlihat membawa koper khusus pemberian sekolah.
Sejumlah siswa mengaku tak sabar untuk berjumpa dengan keluarga dan sanak saudara di rumah. Senyum kebahagiaan mereka terpancar setelah melihat perwakilan keluarga datang untuk menjemput dari luar pagar sekolah.
"Kangen banget sama yang di rumah. Habis ini mau ziarah dulu ke makam ibu, terus sungkem ke bapak karena bapak sekarang sakit," ucap salah satu siswa Melinda Saputri saat ditemui Radar Jogja.
Sejumlah orang tua siswa juga terlihat tak mampu menyembunyikan rasa rindu kepada anaknya. Seperti diungkapkan Ratiman, 48, warga Desa Entak, Kecamatan Ambal. Meski libur sekolah bertepatan Hari Raya Idul Adha terbilang singkat, baginya tetap berarti untuk menghabiskan waktu bersama anaknya.
Dia mengaku terakhir bertemu anak saat momentum lebaran Idul Fitri lalu. Setelah itu anaknya tak kunjung pulang karena fokus menimba ilmu di sekolah rakyat. "Pernah datang sekali ke sekolah antar baju anak, itu pun tidak ketemu. Kalau bilang rindu, ya rindu," jelasnya.
Kepala SRT 44 Kebumen Tri Puji Astuti mengatakan, libur bertepatan Idul Adha menjadi kesempatan bagi anak dan orang tua untuk saling lepas rindu. Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi para siswa untuk merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman. "Kami perbolehkan pulang dan masuk lagi Jumat," katanya.
Tri menjelaskan, sistem pendidikan di SRT menganut konsep komunal berbasis asrama, sehingga interaksi antara anak dan orang tua terbatas. Ia menyebutkan, dalam satu periode kalender pendidikan kepulangan siswa telah ditentukan, yakni hanya bertepatan dengan hari besar keagamaan dan libur semester serta kenaikan kelas. "Kunjungan orang tua tetap diperbolehkan, tapi terbatas. Soalnya di sini semua sudah terjamin dari makan sampai pakaian," bebernya. (fid)
Editor : Heru Pratomo