Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

MBG Dimulai, Harga Bapok Langsung Meroket: Pembeli Berkurang karena Daya Beli Juga Cenderung Turun

Muhammad Hafied • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:38 WIB
TRANSAKSI: Pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen sedang melayani pembeli seiring kenaikan harga sejak sepekan terakhir. (M Hafied/Radar Jogja)
TRANSAKSI: Pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen sedang melayani pembeli seiring kenaikan harga sejak sepekan terakhir. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Harga sejumlah kebutuhan pokok (bapok) di pasar tradisional terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut lonjakan harga terjadi seiring program makan bergizi gratis (MBG) kembali aktif setelah libur panjang.

Penjual daging ayam di Pasar Tumenggungan Kebumen Winarti, 38, mengatakan, fluktuasi harga mulai dirasakan setelah program MBG kembali berjalan. Ramainya permintaan daging dari dapur penyedia MBG dinilai berpengaruh terhadap pasokan barang. Otomatis harga di tingkat pengecer seketika ikut naik.

"Lumayan drastis naiknya. MBG mulai, harga langsung naik," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Pasca-MPLS Berakhir, Disdikpora DIY Lanjutkan Langkah Perkuat Upaya Cegah Kenakalan Remaja dengan Lakukan Ini

Winarti menyebut, sebelum MBG kembali aktif, harga daging ayam tingkat eceran dibanderol Rp 28 ribu per kilogram. Namun kini naik sekitar 20 persen atau berkisar Rp 34-35 ribu per kilogram.

Selain berpengaruh ke harga, beroperasinya MBG juga berdampak terhadap permintaan masyarakat. Ia mengamati daya beli masyarakat cenderung turun setelah MBG aktif. 

"Suasananya sudah beda. Sekarang, harga ganti ditambah pembeli berkurang," ujarnya.

Baca Juga: Medan Naik Turun Tak Surutkan Semangat Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Selain daging, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur dan sayuran serta bumbu dapur. Pada musim libur sekolah lalu, pedagang menjual telur ayam ras seharga Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan kini harga dibanderol Rp 26 ribu per kilogram. Pun sama dengan harga bumbu dapur, seperti bawang putih dari sebelumnya dijual Rp 37 ribu, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Di Pasar Tumenggungan, pedagang mengaku telah memperbarui harga kebutuhan pokok sejak sepekan terakhir. Penyesuaian harga ini berlangsung akibat ketersediaan barang di tingkat pengepul semakin menipis sehingga berdampak pada fluktuasi harga.

Baca Juga: Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga, Ringankan Pengerjaan Jalan Penghubung Watuduwur-Kalibawang

"Dua hari sebelum anak sekolah masuk, harga terus naik sampai sekarang," ucap pedagang sembako Ali Mastur.

Penjual sayuran Dwi Puji, 40, mengatakan, kenaikan harga paling mencolok terlihat pada sayuran yang kerap menjadi menu MBG. Antara lain edamame atau kedelai muda, dari sebelumnya Rp 18 ribu sekarang dijual Rp 28 ribu.

Lalu, mentimun harga jual sebelum libur sekolah berkisar Rp 6 ribu saat ini laku Rp 15 ribu. "Barang yang buat dapur, naik semua. Saya tidak berani kulak banyak, takut tidak laku karena harga," tandasnya.

Baca Juga: Jaga Kondisi Prima, 236 Personel Polres Bantul Jalani Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi

Salah satu pembeli Isyana Ramadani, 31, mengaku kaget dengan kenaikan harga barang di pasar yang cukup drastis.

Menurutnya butuh upaya tersendiri agar harga kembali stabil meski permintaan barang terus meningkat untuk kebutuhan MBG. Dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Selisih lima ratus perak saja terasa. Apalagi yang mau buat jualan, harus hitung modal sama penjualan," katanya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Daya Beli Turun pasar tradisional Harga Bapok Meningkat kebumen Mbg