Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengupas Khasiat Mengkudu: Manfaat Medis, Fakta Ilmiah, dan Mitos di Balik Si "Buah Busuk"

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:33 WIB
Mengkudu.
Mengkudu.

RADAR PURWOREJO - Bagi sebagian orang, melihat buah mengkudu (Morinda citrifolia L) mungkin akan langsung memicu ingatan akan baunya yang menyengat dan rasanya yang cenderung getir. 

Di Indonesia, buah yang juga dikenal dengan nama pace atau noni ini seringkali dijauhi dalam pergaulan kuliner sehari-hari.

Namun, di balik aromanya yang kurang sedap, dunia medis modern justru menaruh perhatian besar pada buah tropis ini.

Baca Juga: Satu KDMP di Purworejo Terima Empat Kendaraan Operasional, Satu di Antaranya Mobil Pikap dari India

Bagaimana sains memandang buah mengkudu? Mari kita bedah manfaat, fakta menarik, serta mitos yang menyelimutinya berdasarkan data akademis dan perspektif pakar kesehatan.

Manfaat Buah Mengkudu bagi Kesehatan

Mengkudu bukanlah sekadar tanaman pekarangan biasa.

Berbagai literatur ilmiah menunjukkan bahwa buah ini kaya akan senyawa bioaktif seperti scopoletin, flavonoid, xeronine, dan antrakuinon.

Berikut adalah beberapa manfaat utama mengkudu yang telah dibuktikan oleh riset:

Baca Juga: OJK Puji Kontribusi AFTECH: Layani 17 Juta Pengguna dan Fasilitasi Transaksi Triliunan Rupiah

1. Agen Antihipertensi yang Efektif

Salah satu keunggulan utama mengkudu adalah kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi.

Berdasarkan artikel ilmiah Buah Mengkudu Sebagai Anti Hipertensi dari Kementerian Kesehatan, kandungan kimia mengkudu bekerja lewat tiga mekanisme utama.

Yakni, Scopoletin, Proxeronine dan Xeronine.

Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah yang menyempit (vasodilatasi) sehingga menurunkan beban kerja jantung.

Xeronine bekerja sebagai diuretik alami yang meningkatkan volume urin guna mengurangi kadar garam dan cairan berlebih di dalam tubuh.

Proxeronine, mendukung kesehatan sel endotel pembuluh darah.

Baca Juga: Dosen UIN Solo Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Rektor Desak Pelaku Minta Maaf Langsung

Menurunkan Kolesterol dan Menjaga Jantung

Mengkudu juga menjadi kabar baik bagi penderita dislipidemia.

Menurut studi ulasan dalam Jurnal Kedokteran Medula, kandungan flavonoid dalam mengkudu mampu menghambat enzim HMG-CoA (enzim yang memicu produksi kolesterol di hati).

Konsumsi jus mengkudu secara konsisten terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (Low-Density Lipoprotein), sekaligus menaikkan kadar HDL (High-Density Lipoprotein).

Baca Juga: Pergub Baru Bukan Kendala untuk Penggantian TKD, Pemkal Palihan Minta Percepat TKD Diganti

Meredakan Nyeri Sendi (Artritis)

Sifat antiinflamasi dan analgesik pada buah mengkudu menjadikannya obat herbal yang efektif untuk mengurangi peradangan.

Senyawa aktif di dalamnya dapat menekan zat-zat pemicu radang di persendian, membantu pasien artritis bergerak lebih nyaman dengan rasa sakit yang berkurang.

Fakta-Fakta Menarik Buah Mengkudu

Zat Non-Toksik yang Aman: Menurut riset yang dipublikasikan oleh Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, mengkudu secara medis dikategorikan sebagai zat yang tidak toksik (memiliki nilai $LD_{50} > 15 \text{ gr/kgBB}$).

Ini berarti mengkudu sangat aman dikonsumsi harian dalam takaran normal.

Baca Juga: Pergub Baru Bukan Kendala untuk Penggantian TKD, Pemkal Palihan Minta Percepat TKD Diganti

Punya Nama Global: Meski di Jawa disebut pace dan di beberapa daerah disebut mengkudu, di pasar internasional buah ini sangat populer dengan nama "Noni Fruit" dan kerap diolah menjadi jus premium atau suplemen berbentuk kapsul.

Kaya Antioksidan Tinggi: Kadar vitamin C dan fitokimia dalam buah mengkudu sangat tinggi, membuatnya mampu menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem imun tubuh di atas rata-rata buah tropis lainnya.

Mitos vs Fakta Seputar Mengkudu

Sebagai tanaman obat yang legendaris, tentu banyak narasi keliru yang beredar di masyarakat.

Mitos 1: Mengkudu adalah "Obat Dewa" yang Bisa Menyembuhkan Semua PenyakitFaktanya: Mengkudu memang kaya manfaat, namun ia bukan obat ajaib yang instan menyembuhkan segala jenis penyakit akut secara mandiri.

Baca Juga: Pergub Baru Bukan Kendala untuk Penggantian TKD, Pemkal Palihan Minta Percepat TKD Diganti

Mengkudu bertindak sebagai suplemen atau terapi komplementer (pendamping) untuk membantu pemulihan dan menjaga regulasi tubuh.

Mitos 2: Jus Mengkudu Aman Dikonsumsi oleh Siapa Saja Tanpa Terkecuali

Faktanya: Penderita gangguan ginjal kronis harus menghindari mengkudu.

Mengkudu memiliki kandungan kalium (potasium) yang sangat tinggi. Bagi orang dengan fungsi ginjal yang menurun, tingginya kalium dapat memicu kondisi hiperkalemia yang berbahaya bagi ritme jantung.

Baca Juga: Keraton Solo Memanas Lagi dengan Gelar Dua Garebeg Besar Idul Adha: Kubu PB XIV Purbaya pada Rabu, Pihak Tedjowulan Minta Bersatu

Mitos 3: Mitos Mistis Buah Mengkudu Makam Sunan Giri

Faktanya: Di area pemakaman Sunan Giri, Gresik, terdapat pohon mengkudu yang buahnya sering diburu peziarah karena dipercaya punya khasiat magis menyembuhkan penyakit kronis secara instan.

Secara sains, khasiat kesembuhan tersebut murni berasal dari kandungan zat aktif scopoletin dan antioksidan yang secara alami ada di setiap buah mengkudu, bukan karena unsur mistis lokasi pohon tersebut tumbuh.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Fakta Ilmiah #khasiat #manfaat #kesehatan #mitos