Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Memahami Perbedaan Operasi Katarak Biasa dan Laser Catalys

Heru Pratomo • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:47 WIB
Skrining katarak
Skrining katarak

 

Katarak bukan sekadar gangguan penglihatan, tetapi juga dapat menjadi hambatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ketika lensa mata mulai keruh, kegiatan sederhana seperti membaca, bekerja di depan layar, atau mengemudi di malam hari bisa terasa jauh lebih sulit.

Saat dokter menyarankan operasi, pertanyaan yang paling sering muncul adalah: metode mana yang paling cocok untuk kondisi mata saya?

Saat ini, dunia medis menawarkan dua pilihan utama, yaitu operasi katarak biasa dan operasi katarak laser Catalys. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa tanam baru atau Intraocular Lens (IOL). Namun, proses, tingkat presisi, serta pengalaman pemulihannya memiliki perbedaan yang penting untuk dipahami.

Baca Juga: Diduga Berbau Solar, Bulog Tarik MinyaKita di Tiga Kabupaten Jateng dan Sidak Pabrik Produsen

Menurut Dr. Nugraha Adiyasa, SpM, pemilihan metode ini harus disesuaikan dengan kebutuhan visual pasien. "Setiap mata memiliki anatomi yang unik. Memahami perbedaan teknologi ini akan membantu pasien menentukan pilihan terbaik bersama dokternya untuk kesehatan mata jangka panjang," jelasnya.

Operasi Katarak Biasa

Operasi katarak modern, atau yang secara medis dikenal sebagai phacoemulsification, telah menjadi prosedur standar selama puluhan tahun dan digunakan secara luas di seluruh dunia.

Dalam metode ini, dokter spesialis mata melakukan beberapa langkah utama secara manual. Prosesnya dimulai dengan pembuatan sayatan kecil pada kornea menggunakan alat bedah mikro. Setelah itu, dokter membuat bukaan pada kapsul lensa secara manual, lalu lensa katarak yang keruh dihancurkan menggunakan energi ultrasonik sebelum disedot keluar.

Baca Juga: Malioboro Masih Marak Pengamen Liar, Disbud Kota Jogja Upayakan Pengawasan dan Pembinaan akibat Klaim Tidak Tahu Aturan

Langkah terakhir adalah memasukkan lensa tanam baru ke dalam kantung lensa untuk menggantikan fungsi lensa alami mata. Metode ini dikenal sangat efektif dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, terutama bila dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman.

Operasi Katarak Laser Catalys

Teknologi operasi katarak laser Catalys merupakan bentuk evolusi dari operasi katarak biasa. Metode ini dikenal sebagai Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS/LCS), yaitu prosedur operasi katarak laser yang menggunakan sistem komputer dan laser femtosecond untuk menggantikan beberapa langkah manual.

Sebelum tindakan dimulai, sistem Catalys akan memindai mata secara 3D dan real-time untuk menciptakan pemetaan anatomi yang sangat detail. Berdasarkan data tersebut, laser akan membantu membuat sayatan, membuka kapsul lensa, serta melunakkan katarak dengan tingkat akurasi hingga hitungan mikron. Presisi ini membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat trauma yang lebih minimal pada jaringan mata.

Baca Juga: Minibus Wisatawan Terbakar di Tol Solo-Ngawi Sragen, Bawa 11 Penumpang

Presisi Mikron: Mengapa Detail Kecil Sangat Menentukan Hasil?

Dalam operasi mata, detail sekecil apa pun dapat sangat memengaruhi hasil penglihatan. Salah satu tahap paling penting adalah kapsulotomi, yaitu proses membuat bukaan pada kantung lensa sebelum lensa katarak diangkat dan diganti dengan lensa baru.

Pada metode operasi katarak biasa, proses ini dilakukan secara manual. Sementara pada operasi katarak laser Catalys, sistem dapat membuat bukaan yang bulat sempurna dan berada tepat di pusat sumbu penglihatan secara konsisten.

Baca Juga: Usai Banding Tak Ubah Vonis dan Tetap Dipenjara Enam Tahun, Sri Purnomo Bakal Ajukan Kasasi

Dr. Nugraha Adiyasa, SpM menekankan betapa krusialnya fase ini, terutama bagi pengguna lensa canggih. "Presisi ini menjadi sangat vital jika pasien memilih lensa premium, seperti lensa multifokal atau torik. Jenis lensa tersebut membutuhkan posisi yang sangat stabil dan berada tepat di tengah sumbu penglihatan agar dapat memberikan kualitas penglihatan yang optimal untuk jarak dekat maupun jauh," ungkap Dr. Nugraha.

Selain itu, laser Catalys juga membantu memecah lensa katarak menjadi bagian-bagian kecil yang lebih halus. Hal ini memungkinkan dokter menggunakan energi ultrasonik yang lebih minimal, sehingga risiko trauma pada jaringan sensitif seperti kornea dapat berkurang dan proses pemulihan terasa lebih nyaman bagi pasien.

Perlindungan Jaringan: Meminimalkan Efek Samping Jangka Panjang

Baca Juga: Tak Hanya Enak, Ini Manfaat Yogurt untuk Kesehatan Tubuh

Aspek lain yang penting untuk dipahami adalah penggunaan energi di dalam mata selama prosedur. Lensa katarak yang mengeras memerlukan energi ultrasonik yang cukup besar untuk dihancurkan sebelum bisa disedot keluar. Pada metode operasi katarak biasa, paparan energi panas ini dapat memengaruhi jaringan sensitif di sekitarnya, termasuk sel endotel kornea, yaitu sel-sel penting yang menjaga kejernihan kornea dan tidak dapat beregenerasi.

Laser Catalys bekerja dengan melembutkan katarak terlebih dahulu melalui pola pemotongan laser yang sangat halus sebelum dokter mengangkatnya. Dampaknya sangat signifikan: energi ultrasonik yang dibutuhkan menjadi jauh lebih sedikit.

"Dari perspektif medis, meminimalkan energi ultrasonik bukan hanya soal pemulihan pascaoperasi yang lebih cepat dan minim nyeri, tetapi juga tentang investasi pelindungan sel-sel kornea untuk jangka panjang," pungkas Dr. Nugraha Adiyasa, SpM.

Editor : Heru Pratomo
#laser catalys #dokter spesialis mata #lensa #mata #katarak