Tomat umumnya identik dengan warna merah atau kuning. Namun, ada varietas yang tampil jauh berbeda, yakni Indigo Rose. Tomat ini memiliki kulit berwarna ungu gelap hingga kehitaman yang membuatnya terlihat unik dibandingkan varietas tomat pada umumnya.
Indigo Rose dikembangkan melalui pemuliaan tanaman konvensional oleh tim peneliti Oregon State University. Berbeda dari anggapan sebagian orang, varietas ini bukan produk rekayasa genetika atau genetically modified organism (GMO).
Warna gelap pada kulitnya berasal dari pigmen alami bernama anthocyanin. Senyawa tersebut juga ditemukan pada sejumlah buah dan sayuran berwarna gelap, seperti blueberry, blackberry, serta terong.
Produksi anthocyanin pada Indigo Rose meningkat terutama pada bagian buah yang mendapatkan paparan sinar matahari. Karena itu, warna ungu gelap biasanya lebih terlihat pada permukaan buah yang terkena cahaya secara langsung.
Baca Juga: Alpukat, Buah yang “Diselamatkan” Manusia dari Kepunahan Setelah Megafauna Punah
Anthocyanin dikenal sebagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membuat Indigo Rose menarik tidak hanya dari sisi penampilan, tetapi juga dari perspektif nilai gizi.
Hasil Silangan Tomat Budidaya dan Tomat Liar
Indigo Rose lahir melalui proses pemuliaan tradisional. Para peneliti menyilangkan tomat budidaya dengan sumber genetik tomat liar yang memiliki kandungan pigmen tinggi.
Melalui proses seleksi selama beberapa generasi, karakter warna dan sifat tanaman yang diinginkan dipertahankan hingga menghasilkan varietas dengan warna buah yang khas dan relatif stabil.
Metode tersebut berbeda dengan rekayasa genetika yang secara langsung memodifikasi materi genetik menggunakan teknik bioteknologi tertentu. Indigo Rose justru dikembangkan melalui proses persilangan dan seleksi tanaman.
Bagian Dalam Tetap Merah
Keunikan Indigo Rose tidak berhenti pada kulitnya. Ketika buah dibelah, bagian dalamnya tetap memiliki warna merah seperti tomat pada umumnya.
Dari sisi rasa, Indigo Rose memiliki perpaduan rasa manis dan asam yang cukup seimbang. Karakter tersebut membuatnya dapat digunakan sebagai bahan salad, makanan segar, maupun berbagai hidangan yang membutuhkan sentuhan visual berbeda.
Warna ungu gelapnya juga membuat Indigo Rose kerap menarik perhatian sebagai tanaman kebun maupun bahan pangan.
Keberadaan varietas ini menunjukkan bahwa pemuliaan tanaman secara konvensional masih mampu menghasilkan inovasi pangan dengan karakter yang unik. Persilangan dan seleksi yang dilakukan secara bertahap dapat menghasilkan varietas baru tanpa harus melalui rekayasa genetika.
Baca Juga: Dulu Dianggap Makanan Kampung, Kini Kimpul Justru Viral dan Banyak Dicari
Dengan tampilannya yang tidak biasa serta keberadaan anthocyanin pada kulit buah, Indigo Rose menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi pertanian dapat memadukan nilai estetika dengan potensi manfaat nutrisi dalam satu varietas pangan.
Editor : Bahana.