RADAR PURWOREJO- Daun kelor, yang dikenal dengan nama Latin Moringa oleifera, adalah tanaman yang telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Berasal dari kaki gunung Himalaya atau India Utara, tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika dan negara-negara tropika, termasuk Indonesia.
Sejarah daun kelor dapat ditelusuri kembali ke kitab "Shushruta Sanhita" yang ditulis pada awal abad pertama Masehi. Dalam kitab ini, daun kelor disebut dengan nama "Shigon" dan digunakan sebagai bahan obat-obatan di India.
Daun kelor memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai sayuran dan obat-obatan. Kandungan kimia yang dimiliki daun kelor membuatnya efektif dalam mengatasi berbagai penyakit, seperti peradangan, bisul, dan obat mata.
Selain itu, daun kelor juga digunakan sebagai bahan baku produk pangan modern seperti tepung kelor, kerupuk kelor, kue kelor, dan permen kelor.
Budidaya tanaman kelor relatif mudah dan dapat dilakukan secara vegetatif (cangkok atau stek) maupun generatif (biji). Biji kelor memiliki persentase perkecambahan yang tinggi, sehingga perbanyakan melalui biji sangat efektif.
Tanaman kelor juga dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah kering dan gersang, sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai tanaman penghijauan di daerah-daerah yang memiliki iklim kering.
Dalam beberapa negara, tanaman kelor dijadikan program pemulihan tanah kering dan gersang, seperti di Ethiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya.
Tanaman ini juga dianggap sebagai "miracle tree" karena kemampuannya untuk bertahan pada iklim ekstrim dan dapat menjadi solusi terhadap 300 penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi langsung atau dengan dijadikan suplemen berbahan dasar tanaman kelor.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia semakin mengenal dan menanam tanaman kelor.
Dapat dilihat bahwa tanaman ini memiliki segudang manfaat bagi kehidupan manusia, termasuk sebagai sumber nutrisi dan obat-obatan.
Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan tanaman kelor dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Editor : Heru Pratomo