RADAR MALIOBORO - Air kelapa muda merupakan minuman yang mengandung banyak nutrisi. Selain untuk menghidrasi, air kelapa muda juga bermanfaat bagi kesehatan manusia, termasuk untuk penyakit jantung dan ginjal.
Air kelapa muda tentunya mudah didapat oleh semua kalangan. Harganya juga tidak akan membuat kantong kering.
Meski harga air kelapa muda tergolong murah, namun dapat bermanfaat dan memperpanjang umur penderita penyakit jantung dan ginjal.
Manis yang alami dan dapat menghidrasi, air kelapa muda juga kaya akan kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh.
Termasuk mineral yang ada di dalamnya. Berikut ini tujuh manfaat air kelapa muda.
1. Sumber beberapa nutrisi baik
Air kelapa muda biasanya berasal dari kelapa muda yang masih berumur sekitar 6-7 bulan. Air kelapa muda juga bisa ditemukan di buah yang matang. Air kelapa muda rata-rata menyediakan ½ hingga 1 cangkir air kelapa.
Baca Juga: Pastikan Tidak Kurang dan Tidak Lebih, Timbangan Pedagang Pasar di Purworejo Ditera Ulang
Air kelapa mengandung 94% air dan sedikit lemak. Berbeda dengan santan , yang dibuat dengan menambahkan air ke parutan daging kelapa. Santan mengandung sekitar 50% air dan cukup tinggi lemak.
Satu cangkir setara dengan 240 ml mengandung 60 kalori, serta beberapa nutrisi lainnya seperti Karbohidrat 15 gram, gula 8 gram, kalsium 4% dari nilai harian (DV), magnesium: 4% dari DV, fosfor 2% dari DV, kalium 15% dari DV.
2. Memiliki sifat antioksidan
Air kelapa muda diyakini dapat menangkal radikal bebas.
Tikus yang resisten insulin dan menjalani diet tinggi fruktosa diobati dengan air kelapa. Aktivitas radikal bebas menurun, begitu pula tekanan darah, trigliserida , dan kadar insulin.
Penelitian lain juga dilakukan pada tahun 2014, menemukan bahwa hati tikus yang rusak menunjukkan perbaikan stres oksidatif yang signifikan ketika diberi air kelapa dibandingkan dengan hati yang tidak diberi pengobatan.
Sementara, studi ketiga pada tahun 2016 menyoroti manfaat ekstrak air kelapa pada tikus yang diberi diet tinggi lemak.
Air kelapa tidak hanya membantu menurunkan penanda kolesterol, tetapi juga menunjukkan potensi antioksidan.
3. Membantu menurunkan gula darah bagi penderita diabetes
Air kelapa muda juga diyakini dapat menurunkan kadar gula darah. Ini juga dibuktikan melalui uji coba bahwa tikus yang diberi air kelapa memiliki kadar hemoglobin A1c yang lebih rendah , yang menunjukkan kontrol gula darah jangka panjang yang lebih baik.
Baca Juga: Mampu Mengontrol Gula Darah, Berikut 8 Manfaat Konsumsi Tomat yang Masih Jarang Diketahui
Sebuah studi yang terbaru tahun 2021 yang melibatkan tikus penderita diabetes juga menemukan bahwa air kelapa mengurangi glukosa darah.
Manfaat gula darah tambahan lainnya dari air kelapa adalah sumber magnesium yang baik , yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 dan prediabetes.
4. Mengatasi penyakit batu ginjal
Tak hanya itu saja air kelapa juga diyakini dapat mengatasi penyakit batu ginjal. Meskipun air biasa adalah pilihan yang baik, dua penelitian kecil menunjukkan bahwa air kelapa mungkin lebih baik.
Dalam sebuah penelitian tahun 2013 pada tikus penderita batu ginjal, air kelapa mencegah kristal menempel pada ginjal dan bagian lain saluran kemih. Ini juga mengurangi jumlah kristal yang terbentuk dalam urin.
5. Dapat mendukung kesehatan jantung
Salah satu alasan air kelapa dikaitkan dengan penurunan tekanan darah adalah kandungan potasiumnya yang mengesankan (500 mg potasium dalam 8 ons).
Kalium telah terbukti menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi atau normal.
6. Berperan dalam hidrasi tubuh
Baca Juga: Inilah 4 Manfaat Konsumsi Putih Telur Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Dapat Menjaga Berat Badan
Karena air kelapa mengandung elektrolit seperti potasium dan magnesium, beberapa penelitian menemukan bahwa air kelapa lebih bermanfaat daripada air untuk dehidrasi setelah berolahraga.
7. Minuman menyegarkan dan rendah kalori
Air kelapa alami memiliki rasa sedikit manis dengan rasa pedas yang halus. Ini juga cukup rendah kalori dan karbohidrat.***
Editor : Iwa Ikhwanudin