RADAR PURWOREJO - Mie instan sangat disukai karena rasanya gurih dan mudah dibuat.
Mie instan adalah salah satu makanan paling tidak sehat karena mengandung banyak natrium dan bahan kimia.
Faktanya, mengonsumsi mie instan secara teratur dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan sindrom metabolik.
Sebagaimana dilaporkan oleh Healthshots pada hari Kamis (30/5), ada tujuh alasan mengapa Anda harus mengurangi konsumsi mie instan jika Anda ingin tetap sehat secara keseluruhan.
1. Rendah nutrisi
Terkenal karena kandungan nutrisinya yang buruk, mie instan tak memiliki kandungan vitamin, mineral, protein, dan serat.
Sebaliknya, makanan ini mengandung banyak kalori, terutama karbohidrat olahan, dan lemak yang tidak sehat, yang merupakan masalah bagi mereka yang sedang mengelola berat badan.
Anda berisiko mengalami kekurangan nutrisi jika Anda sering mengonsumsi mie instan.
2. Kandungan bahan MSG
Salah satu bahan utama mie ini adalah monosodium glutamat (MSG), yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa pada bumbunya.
Meskipun MSG umumnya aman, tetapi tetap menimbulkan efek samping. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi MSG yang berlebihan dikaitkan dengan penambahan berat badan, sakit kepala, mual, hipertensi, dan hipertensi.
3. Tinggi kandungan natrium
Lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan dapat ditemukan dalam satu porsi mie instan.
Journal of American College of Cardiology melaporkan bahwa konsumsi natrium berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ, yang menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Ahli gizi Saloni Arora menjelaskan, "Mengonsumsi mie instan secara teratur dapat mengaktifkan penyakit jantung atau rentan terhadap hipertensi dan menyebabkan komplikasi kardiovaskular parah."
4. Dibuat dari terigu
Mie instan terbuat dari tepung terigu, yang diketahui rendah serat dan nutrisi penting lainnya.
Menurut sang ahli, konsumsi dalam jumlah besar menyebabkan kadar gula darah terganggu, yang merugikan mereka yang menderita diabetes atau resistensi insulin.
Selain itu, pola makan yang mengandung banyak karbohidrat olahan dikaitkan dengan risiko obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2.
5. Potensi bahaya bagi kesehatan
Konsumsi mie instan secara teratur menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang selain masalah gizi.
Sebuah studi dari Nutrition Research and Practice menemukan bahwa sering makan mie instan dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena hipertensi, diabetes, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kolesterol.
6. Lemak jahat
Minyak sawit atau minyak lain yang tidak sehat biasanya digunakan selama proses pembuatan mie instan.
Ini menghasilkan produk yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini diketahui meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (baik).
Arora mengatakan bahwa pola makan tinggi lemak ini menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi yang ditandai dengan menumpuknya timbunan lemak di arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Obesitas, penyakit hati, dan masalah kesehatan kronis lainnya terkait dengan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans yang berlebihan.
7. Mengandung bahan pengawet yang berbahaya
Bahan pengawet seperti tersier butylhydroquinone (TBHQ) dan butylated hydroxyanisole (BHA) digunakan untuk memperpanjang rasa dan masa kedaluwarsa mie instan.
Bahan kimia ini tidak berbahaya dalam jumlah kecil, tetapi mengonsumsinya dalam jangka panjang dapat berbahaya.
Editor : Heru Pratomo