Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hati-Hati, Ternyata Batu Empedu Bisa Berasal dari Faktor Turunan hingga Pola Hidup yang Tidak Sehat

Nadiva Aiszhabella • Kamis, 6 Juni 2024 | 03:32 WIB
batu empedu
batu empedu

 

RADAR PURWOREJO - Terbentuknya massa padat dalam kantong empedu menyebabkan cholelithiasis, yang juga dikenal sebagai batu empedu. Ada banyak penyebab batu empedu, tetapi yang paling umum adalah sebuah kondisi medis yang melibatkan terbentuknya massa padat dalam kantung empedu.

Nyeri yang tiba-tiba pada perut bagian kanan atas, yang dapat menjalar ke punggung dan bahu, adalah salah satu gejala batu empedu yang paling umum.

Menurut Dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH, FINASIM, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC), batu empedu adalah kondisi ketika kristal padat terbentuk dalam saluran empedu atau kantong empedu tubuh.

Dr. Irsan menjelaskan, "Kantong empedu adalah organ kecil di bawah hati yang berfungsi untuk menyimpan empedu yang diproduksi hati. Nah, batu empedu terbentuk ketika substansi seperti kolesterol, garam empedu, atau zat lainnya tidak seimbang dalam empedu."

Beberapa faktor risiko, seperti obesitas, kehamilan, riwayat keluarga batu empedu, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan penurunan berat badan yang cepat, meningkatkan kemungkinan terkena batu empedu.

Dr. Irsan mengatakan bahwa kolesterol berlebihan dalam empedu dapat mengendap dan membentuk endapan, yang kemudian menjadi batu empedu.

Dr. Irsan menjelaskan, "Garam empedu yang tidak seimbang adalah zat yang diproduksi oleh hati untuk membantu empedu melarutkan lemak dalam makanan. Jika produksi garam empedu tidak seimbang, itu dapat menyebabkan batu empedu."

Faktor genetik juga dapat menjadi penyebab batu empedu. Memiliki riwayat batu empedu dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita batu empedu. Faktor genetik memainkan peran penting dalam kerentanan terhadap batu empedu.

Sangat mengejutkan bahwa kehamilan juga dapat menyebabkan batu empedu. Ini karena tingkat hormon perempuan mengalami perubahan selama kehamilan, termasuk meningkatnya kadar estrogen. Perubahan ini dapat mempengaruhi komposisi empedu dan menyebabkan batu empedu.

Terakhir, pola makan dan obesitas juga dapat menyebabkan batu empedu. Pola makan yang tidak sehat, terutama diet lemak dan rendah serat, dapat meningkatkan risiko munculnya batu empedu karena dapat mengubah komposisi dan konsentrasi empedu.

Editor : Heru Pratomo
#nyeri #kantung empedu #batu empedu #kondisi medis