RADAR PURWOREJO - Apakah daun salam tumbuh liar di sekitar Anda atau sengaja di tanam di pekarangan rumah Anda? Mungkin tujuannya untuk bahan rempah-rempah.
Apakah Anda tahu bahwa daun salam, yang biasanya digunakan sebagai rempah-rempah, memiliki banyak manfaat kesehatan yang luar biasa? Menurut penelitian, beberapa penyakit dapat disembuhkan.
Dilansir dari Jawa Pos dan Helathline, berikut adalah 5 manfaat tersembunyi daun salam bagi kesehatan tubuh, apa saja:
1. Memiliki kemampuan untuk menyembuhkan kanker
Menurut beberapa penelitian, daun salam dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker payudara dan kolorektal.
2. Pengobatan diabetes mellitus
Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa mengonsumsi kapsul yang mengandung 1 hingga 3 gram daun salam setiap hari dapat membantu penderita diabetes menurunkan dan menjaga kadar glukosa dan kolesterolnya.
Hal ini mungkin disebabkan oleh polifenol daun salam, yang merupakan antioksidan kuat.
Ini menunjukkan bahwa daun salam dapat membantu mengontrol dan bahkan mencegah diabetes dan penyakit jantung lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa beberapa bukti menunjukkan bahwa itu dapat mengganggu pengendalian gula darah.
3. Mengobati Luka
Studi telah melihat daun salam memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan pada area yang luka.
Para ilmuwan menemukan dalam penelitian lama pada tikus bahwa daun salam dapat membantu penyembuhan luka.
4. Mencegah pembentukan batu ginjal
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, para peneliti mencoba menentukan apakah ekstrak daun salam dapat membantu dalam pencegahan batu ginjal.
Studi menunjukkan bahwa daun salam, bersama dengan delapan ramuan tradisional lainnya, dapat menurunkan tingkat urease dalam tubuh.
Urease adalah enzim yang jika tidak seimbang dapat menyebabkan beberapa gangguan lambung, termasuk batu ginjal.
Meskipun demikian, para ilmuwan yang melakukan penelitian mengusulkan penelitian tambahan untuk memahami fungsi tumbuhan ini.
5. Membantu dalam pembentukan memori
Hal ini didukung oleh penelitian tahun 2021 yang mempelajari daun salam dan tikus selama 5 menit di dalam ruang pengasapan sekali sehari selama 22 hari.
Mereka menemukan bahwa hal itu membantu meningkatkan memori dan defisit kognitif.
Meskipun penelitian pada hewan tidak selalu dapat diterapkan pada manusia, penelitian tersebut dapat memberikan wawasan yang dapat mengarah pada penelitian pada manusia.
Editor : Heru Pratomo