Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Matoa, Buah Pompei Pinnata dari Negeri Cendrawasih

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 19 Juni 2024 | 22:32 WIB
Matoa.
Matoa.

RADAR PURWOREJO - Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa.

Memiliki iklim tropis, bak surga dunia tanaman apapun tumbuh subur di negeri ini.

Bahkan setiap daerah memiliki tumbuhan khas masing-masing.

Termasuk buah yang satu ini.

Buah ini tergolong tumbuhan langka. Sebab tidak bisa ditanam di sembarang tempat.

Namanya buah Matoa atau disebut juga Pompei Pinnata.

Apa itu Buah Matoa?

Buah matoa merupakan buah yang berasal dari pohon matoa.

Dalam bahasa latin buah ini disebut Pometia pinnata.

Selain di Indonesia, matoa juga masih dijumpai di Malaysia, dan Filipina.

Buah ini memiliki ukuran sebesar bola pingpong dengan kulit berwarna hijau atau cokelat serta daging buah berwarna putih dengan biji berukuran kecil dan keras didalamnya.

Buah ini lahir dari tumbuhan berakar tunggang dan termasuk ke dalam famili Sapindaceae.

Matoa tumbuh secara alami pada tanah datar bertekstur liat, pohon ini memiliki ketinggian sekitar 18 meter dan memiliki diameter maksimum mencapai 100 centimeter.

Pohon Matoa akan berbunga sekali dalam setahun, dengan masa panen Matoa berada di bulan Oktober sampai Desember, Tanaman ini biasanya akan berbuah setelah pohon berusia 4 - 5 tahun.

Di Indonesia, Matoa tumbuh subur di daratan Papua.

Penyebarannya sendiri hampir menyeluruh mulai dari wilayah dataran rendah hingga di ketinggian kurang lebih 1200 mdpl.

Buah Matoa sudah menjadi identitas flora melekat kuat di Papua.

Tanaman ini banyak ditemukan di Jayapura, Wondoswaar-pulau Weoswar, Anjai Kebar, Warmare, Armina-Bintui, Ransiki, Pami-Nuni (Manokwari), Sambusa-Nabire serta Pulau Yapen.

Tumbuhan endemik Pometia Pinnata ini memiliki nama yang beragam.

Di Kalimantan Utara dan Malaysia dikenal dengan nama Kasai.

Di Filipina buah ini bernama Mahligai, dan di Papua Nugini buah ini dikenal dengan nama Tahun.

Melansir dari indonesiakaya.com buah Matoa ini memang banyak terdapat di bagian indonesia timur, namun sebenarnya buah ini tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Di wilayah Sumatra Utara, Matoa dikenal dengan sebutan pakam.

Di Minangkabau Matoa dikenal dengan sebutan langsek anggang.

Di Jawa Barat dikenal dengan sebutan leungsir, lalu di Pulau Jawa sendiri Matoa disebut kayu sapi.

Baca Juga: Djogja Vario Indie Community (DAVINCI Jogja) Rapatkan Barisan, Yogyakarta Sebagai Ajang Silahturahmi JOGLOSEMAR ke-13

Jenis Buah Matoa


Matoa memiliki 3 jenis berdasarkan warna kulit buah setelah masak.

Melansir dari istanaumkm.pom.go.id, jenis tersebut yakni, buah Matoa dengan kulit merah, Matoa kulit kuning, dan Matoa kulit hijau.

Meski begitu, jika dilihat berdasarkan karakteristiknya buah Matoa terbagi dua.

Pertama, Matoa kelapa memiliki daging buah yang kenyal dan lepas.

Diameternya berkisar 2,2 cm-2,9 cm.

Kedua, Matoa papeda. Matoa ini memiliki tekstur buah sedikit lembek dan lengket dan Matoa papeda ini berdiameter 1,4 cm-2,0 cm.

Matoa adalah tanaman asli Indonesia dan sangat cocok dijadikan tanaman penghijauan.

Tumbuhan yang berakar tunggang dan masuk kedalam famili Sapindaceae ini, sangat direkomendasikan karena dapat tumbuh di segala medan dan memiliki akar serta pangkal batang yang kuat.

Kelebihan lainnya ternyata Matoa memiliki ketahanan terhadap segala jenis serangga.

Matoa memiliki rasa buah yang manis dan wangi.

Rasanya perpaduan dari durian, kelengkeng, serta leci. 

Sangat lezat, cocok dinikmati saat cuaca panas. Atau bisa juga dijadikan es buah, dipadukan dengan buah-buahan lainnya, sirup dan susu.

Tak hanya enak, Matoa memiliki beragam manfaat dan khasiat bagi kesehatan. (Bayu Prambudi Susilo)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kekayaan alam #langka #buah #Jenis Buah Matoa #papua #matoa #tumbuhan khas #negeri #Mengenal #cendrawasih #Pompei Pinnata #indonesia #subur #Iklim Tropis