RADAR PURWOREJO - Beras pulut, yang lebih dikenal sebagai ketan, umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai hidangan tradisional, seperti lemang, ketupat, dan aneka kue manis khas Nusantara.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa beras pulut yang diolah dengan cara disangrai ternyata memiliki manfaat mengatasi berbagai penyakit.
Khasiatnya didukung oleh sejumlah senyawa penting yang terkandung di dalamnya, seperti karbohidrat kompleks, serat alami, dan zat antioksidan.
Berkat kandungan ini, pulut sangrai mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi.
Secara tradisional, pulut sangrai telah digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit pencernaan, radang sendi, hingga flu.
Tidak hanya itu, pulut sangrai juga memiliki efek imunostimulasi yang relevan untuk membantu melawan penyakit infeksi, seperti maag, infeksi saluran pencernaan, dan beberapa kondisi inflamasi lainnya.
Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, khasiat pulut sangrai dalam pengobatan tradisional sudah banyak dirasakan oleh masyarakat.
Berikut berbagai macam penyakit yang bisa disembuhkan dengan mengonsumsi pulut sangrai di antaranya:
1. Maag dan Asam Lambung
Pulut sangrai dapat membantu menenangkan lambung dan menurunkan produksi asam berlebih.
Konsumsi pulut sangrai secara teratur dipercaya dapat meredakan gejala maag dan menyeimbangkan pH dalam lambung.
2. Nyeri Sendi dan Rematik
Ramuan pulut sangrai kerap digunakan untuk meredakan nyeri sendi akibat rematik.
Senyawa aktif di dalamnya bekerja sebagai anti-inflamasi alami yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi.
3. Sakit Perut dan Gangguan Pencernaan
Kandungan serat alami dalam pulut sangrai membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung serta sakit perut.
Khasiat ini menjadikan pulut sangrai efektif dalam mengatasi diare maupun konstipasi.
4. Batuk dan Pilek
Pulut sangrai juga dipercaya dapat membantu meredakan batuk serta melegakan tenggorokan.
Dikombinasikan dengan jahe atau madu, ramuan ini mampu mempercepat pemulihan dari gejala flu.
5. Stres dan Gangguan Tidur
Pulut sangrai diketahui memiliki efek menenangkan saraf.
Konsumsi ramuan pulut sangrai sebelum tidur dapat membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, dan memperbaiki kualitas tidur.
6. Kelelahan dan Daya Tahan Tubuh Lemah
Pulut sangrai mengandung karbohidrat kompleks yang menyediakan energi secara berkelanjutan.
Ini membuatnya bermanfaat bagi mereka yang sering merasa lemas atau mudah lelah.
Konsumsi pulut sangrai secara rutin juga dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.
Cara mengolah beras pulut sangrai untuk dijadikan minuman herbal sangat sederhana dan mudah dilakukan di rumah. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda coba:
1. Siapkan Bahan-Bahan
Ambil sekitar 100 gram beras pulut (ketan) dan cuci bersih hingga air cucian tidak lagi berwarna keruh.
2. Proses Penyangraian
Panaskan wajan tanpa minyak, kemudian masukkan beras pulut yang sudah dicuci.
Sangrai beras tersebut dengan api kecil sambil diaduk secara perlahan hingga berubah warna menjadi cokelat keemasan dan mengeluarkan aroma harum.
Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 15-20 menit.
3. Penggilingan
Setelah beras pulut selesai disangrai, angkat dan biarkan dingin sejenak.
Setelah itu, tumbuk atau giling beras pulut hingga menjadi bubuk halus.
Anda juga bisa menggunakan blender untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.
4. Penyeduhan
Ambil satu sendok makan bubuk pulut sangrai, lalu masukkan ke dalam cangkir.
Tuangkan air panas sebanyak satu gelas (sekitar 200 ml) dan aduk hingga bubuk tercampur rata.
Untuk menambah cita rasa, Anda bisa menambahkan madu atau perasan jeruk nipis sesuai selera.
5. Siap Disajikan
Minuman herbal pulut sangrai siap dinikmati.
Disarankan untuk mengonsumsinya dalam keadaan hangat pada pagi atau malam hari sebelum tidur, agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal.
Dengan cara pengolahan yang mudah, ramuan pulut sangrai ini dapat menjadi pilihan minuman herbal alami yang mampu memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh Anda. (Febina Br Bukit)
Editor : Meitika Candra Lantiva