RADAR PURWOREJO - Dari balik kesederhanaan racikan rempahnya, Wedang Uwuh muncul sebagai salah satu minuman tradisional Jawa yang tidak hanya nikmat, tetapi juga menyehatkan.
Berasal dari wilayah Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, minuman ini telah menjadi warisan budaya yang menghangatkan tubuh sekaligus menjaga imunitas.
Secara harfiah, kata wedang berarti “minuman” dan uwuh berarti “sampah”.
Nama unik ini muncul karena tampilan bahan-bahan seperti daun, ranting, dan kayu yang mengapung di gelas tampak menyerupai tumpukan sampah.
Namun, di balik kesan sederhana itu, tersimpan kekayaan rempah yang luar biasa.
Minuman ini awalnya dibuat sebagai sajian tradisional untuk menyambut tamu di keraton atau lingkungan Imogiri, kemudian berkembang menjadi minuman rakyat yang populer sebagai penghangat tubuh.
Seiring waktu, Wedang Uwuh juga mulai dikenal di luar Yogyakarta sebagai bagian dari warisan kuliner dan kesehatan tradisional.
Wedang Uwuh tidak sekadar minuman hangat yang berisi berbagai rempah di dalamnya memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh:
1. Rimpang jahe: mengandung antioksidan, antispasmodik, dapat membantu pencernaan, mual, serta meningkatkan sistem imun.
2. Kayu secang : kayu secang memiliki potensi antioksidan, antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan.
3. Kayu manis & cengkeh: kayu manis dengan sifat antioksidan dan antimikroba, cengkeh dengan sifat antibakteri dan antiseptik.
4. Kombinasi rempah-rempah ini membuat Wedang Uwuh berguna sebagai minuman penghangat tubuh ketika cuaca dingin, membantu imunitas, dan mendukung kesehatan secara umum.
Berikut adalah cara umum membuat Wedang Uwuh yang bisa dicoba di rumah:
1. Bahan
• Jahe segar, dibakar dan digeprek (misalnya ± 6 cm)
• Kayu secang kering / serutan
• Daun kayu manis / kayu manis kering
• Daun pala / pala kering
• Cengkeh atau batang cengkeh
• Gula batu atau gula pasir sesuai selera
• Air
2. Cara pembuatan
• Cuci bersih bahan-bahan rempah. Bakar atau goreng ringan jahe hingga harum, kemudian memarkan.
• Didihkan air dalam panci. Masukkan jahe, kayu secang, daun kayu manis, daun pala, cengkeh, dan gula.
• Rebus dengan api sedang selama sekitar 10-15 menit hingga air berubah warna (misalnya kemerahan) dan aroma rempah keluar.
• Angkat dan saring (opsional). Tuangkan ke dalam gelas saji dan nikmati selagi hangat.
Kini, Wedang Uwuh tidak hanya disajikan di warung tradisional sekitar Imogiri, tetapi juga hadir dalam bentuk kemasan instan yang dijual di berbagai daerah.
Inovasi ini membuat minuman warisan leluhur tersebut semakin mudah dinikmati tanpa kehilangan cita rasa aslinya.
Wedang Uwuh kini juga banyak dijual di berbagai tempat, di toko-toko, maupun di pusat pembelanjaan oleh-oleh, sehinmgga kamu bisa mendapatkan dan menikmati wedang uwuh dengan mudah. (Alya Amirul Khasanah)