RADAR PURWOREJO - Kebanyakan orang berpikir semua garam berasa asin, berwarna putih, dan cukup untuk membuat masakan lebih sedap.
Walau tampak sama, garam ternyata memiliki berbagai karakter yang lebih dari sekadar bahan dapur.
Faktanya, lebih dari sekadar penambah rasa, garam adalah salah satu sumber natrium yang dibutuhkan tubuh untuk membantu kerja saraf dan otot.
Setiap jenis garam akan memberikan pengaruh berbeda pada rasa dan tekstur masakan serta kandungan mineral tambahan.
Misalnya garam dapur yang merupakan jenis garam paling umum digunakan dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Tahap pemurnian garam dapur melalui proses yang cukup panjang, sehingga menghasilkan tekstur yang sangat halus dan memiliki rasa asin kuat.
Garam dapur memiliki kandungan yodium yang dapat berfungsi menjaga kesehatan tiroid.
Sementara itu, garam laut dihasilkan dari penguapan alami air laut, sehingga mengandung sejumlah mineral seperti magnesium dan kalsium.
Garam laut memiliki tekstur kasar dengan rasa asin yang tajam.
Garam laut biasanya digunakan sebagai bahan marinasi, karena teksturnya yang kasar membantu bumbu meresap lebih dalam ke dalam daging.
Tak seperti garam dapur dan garam laut, garam himalaya hadir dengan warna merah muda yang berasal dari kandungan zat besi di dalamnya.
Keunikan warna tersebut membuat beberapa orang menganggap garam himalaya lebih alami dan mempunyai manfaat kesehatan lebih dari garam lainnya.
Namun sebenarnya kandungan natrium dalam ketiga garam tersebut setara.
Maka dari itu penggunaannya tetap harus dibatasi.
Pada dasarnya yang membedakan garam tersebut hanyalah proses produksi, karakter rasa, dan pilihan gaya hidup.
Dengan mengetahui detailnya, kita dapat menentukan jenis garam yang sesuai kebutuhan tanpa tergoda oleh tren yang belum tentu benar. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva