RADAR PURWOREJO - Buah kelapa merupakan salah satu buah tropis yang terdiri dari sabut, tempurung, daging, dan air kelapa, dan hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan.
Kelapa bisa diolah menjadi santan, minyak, hingga minuman segar.
Namun manfaat paling optimal diperoleh ketika air kelapa dikonsumsi langsung tanpa campuran.
Sebagai minuman alami, air kelapa mengandung elektrolit, mineral, dan berbagai jenis vitamin.
Air kelapa murni juga memiliki kandungan gula tetapi jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan minuman bersoda, minuman kemasan, maupun jus buah.
Menariknya, air kelapa ternyata punya manfaat berbeda berdasarkan jenisnya!
Yuk kenali, sebagai berikut!
1. Kelapa Hijau
Air kelapa hijau mampu membantu proses detoksifikasi, meredakan panas dalam serta mengatasi gejala dehidrasi.
Kandungan elektrolit alaminya dinilai baik untuk kesehatan ginjal dan membantu meredakan rasa mual terutama saat tubuh sedang tidak fit.
2. Kelapa Wulung
Kelapa wulung memiliki warna keunguan yang memiliki kandungan antioksidan dan sering dikonsumsi untuk meningkatkan stamina tubuh.
Air kelapa wulung juga dapat mempercepat pemulihan setelah aktivitas berat.
Rasa manisnya yang alami memberikan hidrasi yang cukup sekaligus membantu mengurangi peradangan.
Baca Juga: Pemkot Salatiga Cairkan Insentif Anggota Satlinmas Salatiga Senilai Rp 445.8 juta
3. Kelapa Tua
Kandungan lemak baik pada kelapa tua sangat cocok menjadi opsi untuk orang yang memiliki aktivitas padat dan banyak membutuhkan asupan energi.
Kelapa tua juga punya kandungan serat yang cukup tinggi.
Meski airnya tetap mengandung elektrolit, daging buahnya lebih sering digunakan untuk masakan tradisional maupun ramuan herbal.
Mengkonsumsi air kelapa dalam batas wajar cukup 1 hingga 2 gelas per hari untuk mendapatkan manfaatnya.
Agar hasilnya maksimal, pilih air kelapa segar tanpa tambahan gula, jika membeli versi kemasan, pastikan tidak mengandung perasa buatan.
Setelah dibuka, air kelapa sebaiknya diminum dalam 24 jam agar kesegarannya terjaga.
Jika muncul keluhan seperti mual, muntah, atau diare, segera konsultasikan kepada dokter. (Zulaihatul Asfia)
Editor : Meitika Candra Lantiva