Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jangan Asal Seruput, Ini Cara Bijak Konsumsi Kopi agar Bermanfaat bagi Kesehatan

Heru Pratomo • Rabu, 22 April 2026 | 05:50 WIB
Secangkir kopi hitam.
Secangkir kopi hitam.

 

YOGYAKARTA – Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi bagi banyak orang. Kandungan kafein di dalamnya dikenal ampuh meningkatkan kewaspadaan karena bekerja sebagai antagonis reseptor adenosin, sekaligus memengaruhi sistem dopamin yang memperbaiki suasana hati.

Namun, untuk mendapatkan manfaat optimal, konsumsi kopi memerlukan perhatian khusus, mulai dari takaran hingga waktu penyajian. Dosen sekaligus peneliti Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., menjelaskan bahwa manfaat kesehatan kopi sangat bergantung pada ketepatan cara konsumsinya.

Kandungan Bioaktif dan Efek Antidiabetes

Baca Juga: Cari Solusi Konflik Manusia-Gajah, Riset dan Pendidikan Gajah di Peusangan, Aceh Bakal Jadi Cetak Biru Dunia

Selain kafein, kopi mengandung asam klorogenat yang kaya akan antioksidan. Senyawa ini sering dikaitkan dengan efek fungsional, salah satunya potensi antidiabetes. Selain itu, terdapat pula senyawa trigonelin.

“Trigonelin berperan sebagai prekursor pembentuk aroma khas kopi selama proses roasting (sangrai),” ujar Widiastuti, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan bahwa komposisi kimia kopi sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan. Selama roasting, gula alami dalam biji kopi mengalami reaksi Maillard (reaksi kimia dengan asam amino) serta karamelisasi. Proses inilah yang membentuk profil aroma dan rasa khas kopi, sekaligus mengubah karakteristik kimianya secara keseluruhan.

Baca Juga: Polisi Sikat Jaringan Obat Keras di Karanganyar, Sita 789 Butir Trihexyphenidyl; Dipasok dari Solo

Perhatikan Waktu Konsumsi dan Kualitas Tidur

Selain proses pengolahan, waktu konsumsi menjadi faktor krusial bagi kesehatan. Widi menyarankan agar kopi dikonsumsi pada pagi hingga siang hari untuk mendukung fokus dan performa kerja. Sebaliknya, konsumsi pada sore atau malam hari sangat tidak dianjurkan.

“Kafein dapat menunda produksi melatonin dan mengganggu ritme sirkadian. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas tidur dan mengganggu siklus bangun-tidur,” ungkapnya.

Widi juga menambahkan bahwa kafein tidak hanya ditemukan pada kopi, tetapi juga teh. Meskipun secara umum kadar kafein satu sajian kopi lebih tinggi, kandungan dalam teh bisa meningkat signifikan jika diseduh dengan gramasi atau konsentrasi yang lebih pekat.

Baca Juga: Serabi Kocor, Kuliner Tradisional yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta

Manfaat Pangan Tidak Mutlak

Menutup penjelasannya, Widi menekankan bahwa setiap bahan pangan memiliki potensi manfaat yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurutnya, masyarakat tidak bisa menyederhanakan suatu bahan pangan sebagai sepenuhnya sehat atau tidak tanpa melihat cara pengolahannya.

“Manfaat kesehatan tetap bergantung pada jumlah konsumsi, cara penyajian, serta waktu yang tepat. Kita perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut agar potensi manfaat bagi tubuh bisa dirasakan secara optimal,” pungkasnya.

Editor : Heru Pratomo
#antidiabetes #UGM #FTP #kafein #kopi