Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bunga Pepaya, Si Pahit yang Kaya Khasiat: Dari Pekarangan Rumah hingga Meja Makan Nusantara

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 8 Mei 2026 | 12:38 WIB
Bunga Pepaya. (Pinterest)
Bunga Pepaya. (Pinterest)

 

 

RADAR PURWOREJO -  Bunga pepaya kerap dipandang sebelah mata, lantaran rasanya yang pahit dan kurang menarik.

Padahal, bagian tanaman pepaya ini sudah lama menjadi lauk tradisional favorit masyarakat, terutama di Sulawesi, Jawa, hingga Nusa Tenggara.

Rasanya memang pahit, namun di balik sensasi getir tersebut tersimpan kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.

Baca Juga: Nasib Guru PAUD di Kulon Progo, Honor Dipangkas meski untuk Operasional Sekolah Harus Bantingan 

Bunga ini kerap dijumpai di pekarangan rumah.

Biasanya tumbuh di pada tanaman pepaya jantan yang tidak berbuah.

Di Jawa, banyak yang menyebutnya dengan kembang kates grendel. 

Tak sedikit warga pedesaan memetik langsung bunga pepaya dari halaman rumah untuk diolah menjadi tumisan, urap, hingga campuran ikan teri dan seafood.

Baca Juga: Warga Dengar Suara Tembakan saat Polisi Sergap Tersangka Pelecehan Santriwati Pati di Puncak Bukit Petilasan Makam Raden Gunungsari Purwantoro Wonogiri

Bahkan, sejumlah chef menyebut bunga pepaya sebagai “sayuran lokal premium” karena cita rasanya yang unik dan kaya manfaat kesehatan.

Jenis Tanaman Pepaya yang Umum Dikonsumsi Bunganya

Tanaman pepaya memiliki beberapa jenis yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya:

Baca Juga: Fakta Baru Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Wonogiri oleh Guru Olahraga; Sudah Terjadi Belasan Tahun, Lapor Guru BK Tak Digubris

Menurut petani hortikultura dan penggiat tanaman pangan tradisional, bunga pepaya yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan berasal dari pepaya jantan karena menghasilkan bunga lebih banyak dan teksturnya lebih renyah.

Selain bunganya, daun muda dan buah muda pepaya juga lazim dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran.

Kandungan Nutrisi Bunga Pepaya

Meski belum sepopuler sayuran hijau lain, bunga pepaya ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap.

Baca Juga: Tega, Uang Donasi Pembangunan Masjid di Semin, Gunungkidul dari Arab Saudi Digondol Maling

Beberapa sumber menyebut bunga pepaya mengandung:

Kandungan tersebut diyakini membantu menjaga kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara seimbang.

Baca Juga: Delapan Klub Voli Bakal Unjuk Gigi pada SBY Cup 2026, Perebutkan Hadiah Total Rp 1,3 Miliar

Pakar gizi klinis, Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa sayuran pahit umumnya memiliki kandungan fitonutrien dan antioksidan alami yang baik bagi tubuh.

“Bahan pangan dengan rasa pahit biasanya memiliki senyawa bioaktif tertentu. Jika diolah dengan benar dan tidak berlebihan, sayuran seperti bunga pepaya dapat menjadi variasi pangan sehat masyarakat,” ujarnya.

Manfaat Kesehatan Bunga Pepaya


1. Membantu Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat pada bunga pepaya membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.

Baca Juga: Mayoritas Dipasarkan ke Bantul, Kampung Lele Asap Diresmikan di Kalurahan Banaran, Kulon Progo 

Serat juga membantu menjaga kesehatan usus dan memperlancar buang air besar.

2. Kaya Antioksidan

Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.

Kandungan vitamin C dan senyawa alami pada bunga pepaya disebut berkontribusi menjaga daya tahan tubuh.

3. Menjadi Menu Rendah Kalori

Bunga pepaya cocok dijadikan menu pendamping diet karena rendah lemak dan cukup mengenyangkan ketika dikombinasikan dengan lauk berprotein.

4. Membantu Menambah Nafsu Makan

Dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia, rasa pahit bunga pepaya dipercaya membantu meningkatkan selera makan.

5. Menjadi Alternatif Sayuran Lokal Bernilai Tinggi

Selain murah dan mudah ditemukan, bunga pepaya menjadi salah satu pangan lokal yang kaya nutrisi dan mudah ditanam di pekarangan rumah.

Baca Juga: 31 Desember 2026 Jadi Batas Waktu Guru Non-ASN Mengajar di Sekolah Negeri, Pemkab Kulon Progo Siapkan Skema Penataan

Kenapa Bunga Pepaya Rasanya Pahit?

Rasa pahit berasal dari getah dan senyawa alami pada tanaman pepaya.

Semakin tua bunga pepaya, biasanya rasa pahitnya makin kuat.

Karena itu, masyarakat memiliki berbagai teknik tradisional untuk mengurangi rasa pahit sebelum dimasak.

Rahasia Mengolah Bunga Pepaya Agar Tidak Pahit

Chef Nusantara William Wongso menyebut teknik pengolahan menjadi kunci utama menikmati bunga pepaya.

“Masakan tradisional Indonesia sangat kaya teknik. Pada bunga pepaya, proses perebusan dan penggunaan bahan asam sangat menentukan hasil akhir rasa,” ujarnya.

Berikut beberapa cara tradisional mengurangi rasa pahit bunga pepaya:

1.Diremas dengan Garam

Bunga pepaya diremas menggunakan garam kasar hingga layu lalu dibilas bersih. Teknik ini membantu menarik getah pahit.

Direbus dengan Asam Jawa

Asam jawa membantu menetralisir rasa getir alami bunga pepaya.

2. Direbus Bersama Daun Jambu Biji

Daun jambu biji dipercaya membantu menyerap rasa pahit pada bunga pepaya.

Baca Juga: Sindikat Kamboja Beraksi di Purworejo: Bermodal "Salah Sambung", Gasak Rp 452 Juta

3. Dicampur Daun Singkong atau Kangkung

Bunga pepaya sering dimasak bersama daun singkong atau kangkung agar rasa pahit lebih seimbang.

4. Direbus menggunakan tanah liat

Carilah tanah liat di tanah bagian dalam, kemudian beri air dan saring.

Bagian tanah yang lebut bisa digunakan untuk merebus bunga pepaya.

 

Cara-cara tersebut bisa digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa pahitnya. 

Sehingga mau dimasak apa pun, bunga pepaya tetap enak dan tidak pahit.

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#bunga pepaya #menghilangkan rasa pahit bunga pepaya #khasiat #Tumbuhan #pekarangan rumah