RADAR PURWOREJO - Bunga pepaya kerap dipandang sebelah mata, lantaran rasanya yang pahit dan kurang menarik.
Padahal, bagian tanaman pepaya ini sudah lama menjadi lauk tradisional favorit masyarakat, terutama di Sulawesi, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
Rasanya memang pahit, namun di balik sensasi getir tersebut tersimpan kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.
Baca Juga: Nasib Guru PAUD di Kulon Progo, Honor Dipangkas meski untuk Operasional Sekolah Harus Bantingan
Bunga ini kerap dijumpai di pekarangan rumah.
Biasanya tumbuh di pada tanaman pepaya jantan yang tidak berbuah.
Di Jawa, banyak yang menyebutnya dengan kembang kates grendel.
Tak sedikit warga pedesaan memetik langsung bunga pepaya dari halaman rumah untuk diolah menjadi tumisan, urap, hingga campuran ikan teri dan seafood.
Bahkan, sejumlah chef menyebut bunga pepaya sebagai “sayuran lokal premium” karena cita rasanya yang unik dan kaya manfaat kesehatan.
Jenis Tanaman Pepaya yang Umum Dikonsumsi Bunganya
Tanaman pepaya memiliki beberapa jenis yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya:
- Pepaya California
- Pepaya Bangkok
- Pepaya Hawai
- Pepaya lokal kampung
- Pepaya gantung atau pepaya jantan
Menurut petani hortikultura dan penggiat tanaman pangan tradisional, bunga pepaya yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan berasal dari pepaya jantan karena menghasilkan bunga lebih banyak dan teksturnya lebih renyah.
Selain bunganya, daun muda dan buah muda pepaya juga lazim dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran.
Kandungan Nutrisi Bunga Pepaya
Meski belum sepopuler sayuran hijau lain, bunga pepaya ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap.
Baca Juga: Tega, Uang Donasi Pembangunan Masjid di Semin, Gunungkidul dari Arab Saudi Digondol Maling
Beberapa sumber menyebut bunga pepaya mengandung:
- Serat pangan
- Vitamin A
- Vitamin B1
- Vitamin C
- Antioksidan alami
- Mineral
- Karbohidrat alami dalam jumlah kecil
Kandungan tersebut diyakini membantu menjaga kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara seimbang.
Baca Juga: Delapan Klub Voli Bakal Unjuk Gigi pada SBY Cup 2026, Perebutkan Hadiah Total Rp 1,3 Miliar
Pakar gizi klinis, Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa sayuran pahit umumnya memiliki kandungan fitonutrien dan antioksidan alami yang baik bagi tubuh.
“Bahan pangan dengan rasa pahit biasanya memiliki senyawa bioaktif tertentu. Jika diolah dengan benar dan tidak berlebihan, sayuran seperti bunga pepaya dapat menjadi variasi pangan sehat masyarakat,” ujarnya.
Manfaat Kesehatan Bunga Pepaya
1. Membantu Melancarkan Pencernaan
Kandungan serat pada bunga pepaya membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.
Baca Juga: Mayoritas Dipasarkan ke Bantul, Kampung Lele Asap Diresmikan di Kalurahan Banaran, Kulon Progo
Serat juga membantu menjaga kesehatan usus dan memperlancar buang air besar.
2. Kaya Antioksidan
Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.
Kandungan vitamin C dan senyawa alami pada bunga pepaya disebut berkontribusi menjaga daya tahan tubuh.
3. Menjadi Menu Rendah Kalori
Bunga pepaya cocok dijadikan menu pendamping diet karena rendah lemak dan cukup mengenyangkan ketika dikombinasikan dengan lauk berprotein.
4. Membantu Menambah Nafsu Makan
Dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia, rasa pahit bunga pepaya dipercaya membantu meningkatkan selera makan.
5. Menjadi Alternatif Sayuran Lokal Bernilai Tinggi
Selain murah dan mudah ditemukan, bunga pepaya menjadi salah satu pangan lokal yang kaya nutrisi dan mudah ditanam di pekarangan rumah.
Kenapa Bunga Pepaya Rasanya Pahit?
Rasa pahit berasal dari getah dan senyawa alami pada tanaman pepaya.
Semakin tua bunga pepaya, biasanya rasa pahitnya makin kuat.
Karena itu, masyarakat memiliki berbagai teknik tradisional untuk mengurangi rasa pahit sebelum dimasak.
Rahasia Mengolah Bunga Pepaya Agar Tidak Pahit
Chef Nusantara William Wongso menyebut teknik pengolahan menjadi kunci utama menikmati bunga pepaya.
“Masakan tradisional Indonesia sangat kaya teknik. Pada bunga pepaya, proses perebusan dan penggunaan bahan asam sangat menentukan hasil akhir rasa,” ujarnya.
Berikut beberapa cara tradisional mengurangi rasa pahit bunga pepaya:
1.Diremas dengan Garam
Bunga pepaya diremas menggunakan garam kasar hingga layu lalu dibilas bersih. Teknik ini membantu menarik getah pahit.
Direbus dengan Asam Jawa
Asam jawa membantu menetralisir rasa getir alami bunga pepaya.
2. Direbus Bersama Daun Jambu Biji
Daun jambu biji dipercaya membantu menyerap rasa pahit pada bunga pepaya.
Baca Juga: Sindikat Kamboja Beraksi di Purworejo: Bermodal "Salah Sambung", Gasak Rp 452 Juta
3. Dicampur Daun Singkong atau Kangkung
Bunga pepaya sering dimasak bersama daun singkong atau kangkung agar rasa pahit lebih seimbang.
4. Direbus menggunakan tanah liat
Carilah tanah liat di tanah bagian dalam, kemudian beri air dan saring.
Bagian tanah yang lebut bisa digunakan untuk merebus bunga pepaya.
Cara-cara tersebut bisa digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa pahitnya.
Sehingga mau dimasak apa pun, bunga pepaya tetap enak dan tidak pahit.
Editor : Meitika Candra Lantiva