RADAR PURWOREJO – Di balik bentuknya yang bersayap dan bertekstur renyah, kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) menyimpan rahasia nutrisi yang sering kali disepelekan masyarakat urban.
Tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis ini mulai dilirik oleh para ahli gizi sebagai alternatif protein nabati masa depan yang setara dengan kedelai.
Fakta Unik: "Superfood" Tanpa Limbah
Berbeda dengan sayuran pada umumnya, kecipir adalah tanaman "zero waste".
Baca Juga: Pengajian POT SMP Negeri 2 Kalasan Jadi Wadah Penguatan Akhlak dan Spiritual Siswa
Seluruh bagian tanaman ini, mulai dari daun, bunga, polong, hingga umbinya dapat dikonsumsi dan memiliki nilai gizi tinggi.
Di pasar internasional, kecipir sering dijuluki sebagai winged bean atau asparagus bean karena kemiripan rasanya dengan asparagus setelah dimasak.
Analisis Nutrisi: Lebih dari Sekadar Sayuran Hijau
Menurut dr Sarah Handayani, Sp.GK, seorang pakar gizi klinik, kecipir memiliki profil asam amino yang hampir lengkap untuk ukuran sayuran.
"Kecipir bukan sekadar serat. Kandungan protein dalam biji kecipir kering bisa mencapai 30-37%, sangat mendekati kedelai. Selain itu, ia kaya akan tokoferol (Vitamin E) yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas," jelas dr Sarah dalam sebuah sesi konsultasi.
Baca Juga: Kejari Karanganyar Geledah Rumah dan Kantor Tersangka Dugaan Korupsi Retribusi PKL
Berikut adalah estimasi kandungan gizi per 100 gram kecipir muda:
- Energi: 40-45 kkal
- Protein: 7 gram (sangat tinggi untuk kategori polong muda)
- Kalsium: 63 mg (mendukung kesehatan tulang)
- Zat Besi: 1,5 mg (mencegah anemia)
- Fosfor: 37 mg
Editor : Meitika Candra Lantiva