RADAR PURWOREJO – Bagi umat muslim yang taat, mendekati hari-hari terakhir bulan Ramadhan tentunya memberikan kesedihan kepada mereka. Mereka sedih karena akan segera berpisah dengan bulan Ramadhan yang suci ini.
Namun, untuk mengisi hari-hari terakhir tersebut, biasanya umat muslim akan melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
I’tikaf bisa dipahami sebagai kegiatan menyendiri di dalam masjid yang disertai dengan niat khusus untuk beribadah kepada Allah.
I’tikaf berasal dari Bahasa Arab yang artinya mengisolasi atau menyendiri. Tujuan dari I’tikaf ini tidak lain adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam pelaksanaannya, I’tikaf biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan. Dimulai sejak malam ke-21 saat matahari mulai terbenam hingga akhir bulan Ramadhan.
*Tata Cara Melakukan I’tikaf*
1. Membaca niat
Bacaan niat sholat i’tikaf di masjid sebagai berikut
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu an'itikafa fi hadzal masjidi lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat Iktikaf di masjid ini karena Allah taala."
2. Melakukan salat sunnah I'tikaf dua rakaat, sama seperti bacaan sholat lainnya, tidak ada bacaan ayat khusus.
3. Memperbanyak dzikir dan sholawat Nabi.
4. Memperbanyak doa dan meminta ampunan kepada Allah.
5. Membaca Al-Quran.
Adapun syarat-syarat untuk bisa melakuka I’tikaf ini diantaranya sebagai berikut.
*Syarat I’tikaf*
1. Muslim (beragama Islam)
2. Berakal
3. Mumayyiz (dapat membedakan baik dan buruk)
4. Suci dari hadats besar
5. Dilakukan di masjid
6. Baligh
Nah itu tadi adalah penjelasan mengenai ap aitu I’tikaf, bagaiman cara melakukannya, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan I’tikaf. Semoga bermanfaat.
Editor : Heru Pratomo