RADAR PURWOREJO - Sebagai manusia kita sering kali menemukan orang dengan berbagai macam karakter.
Beberapa karakter mungkin cocok dengan kepribadian kita namun beberapa lainnya mungkin tidak cocok, bahkan ada yang tanpa sengaja melukai hati kita.
Penganiayaan sering terjadi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
Kebanyakan yang tidak disengaja merupakan penganiayaan batin yang sering kali tidak sengaja untuk dilakukan.
Namun didalam islam sendiri Allah sudah melarang dan memberikan ketegasan terkait hal ini, hal ini terkandung dalam Al-Qur’an, beberapa di antaranya adalah ayat di bawah ini:
أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
Artinya, “Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim.” (QS Al-Hud [11]: 18).
وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ
Artinya, “Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, ‘Rasakanlah olehmu azab neraka yang dulu kamu dustakan.’” (QS Saba’ [34]: 40).
Didalam islam sendiri apabila kita mengalami penganiayaan sebaiknya kita melakukan istirja dan berdoa, beberapa doanya di bawah ini:
1. Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 126
رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَࣖ ١
rabbanâ afrigh ‘alainâ shabraw wa tawaffanâ muslimîn.
Artinya :
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”
2. Al-Qur'an surah Hud ayat 47
قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌۗ وَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ ٤٧
Qolla Robbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni akum minal khosirin.
Artinya:
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi."
Adanya kezaliman yang dilakukan oleh orang lain kepada kita bukan merupakan tanda ketidak adilan dari Allah taala melainkan menjadi sarana untuk menguji kesabaran dan ketakwaan kita.
dengan berdua kita meminta untuk diberi kekuatan serta perlindungan dari Allah Taala dan senantiasa berserah di sisinya.
Orang yang teraniaya juga merupakan orang yang doanya langsung dijabah oleh Allah Taala, jadi sebaiknya apabila teraniaya kita berdoa kepada Allah bukan malah mengumpat atau lain sebagainya. (Aina Puspita Ningrum)