RADAR PURWOREJO - Di dalam kehidupan, musibah maupun anugrah terus bergantian datang kediri kita.
Kita terkadang merasa kesulitan untuk dapat menghandle kesenangan maupun kesedihan yang kita alami.
Reaksi berlebihan atas kesenangan sering kali tidak terlalu berdampak buruk bagi kehidupan kita.
Namun musibah sering kali membuat kita merasa ingin mengakhiri hidup karena selalu dikaitkan dengan hal-hal buruk yang merugikan kita.
Rasululah mengajarkan kita untuk melibatkan Allah divsetiap waktu.
Rasulullah mengajarkan kita untuk membaca doa dibawah ini:
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”
Di dalam Hadist Shahih Muslim kita dianjurkan membaca doa tersebut untuk dapat mendapatkan pahala dari musibah yang kita alami dan memberikan ganti yang lebih baik dari apa yang hilang dari diri kita.
Doa ini dapat kita amalkan setiap tertimpa musibah baik itu musibah kecil maupun musibah besar dan kita harus selalu percaya akan pertolongan Allah atas setiap hal yang kita alami. (Aina Puspita Ningrum)
Editor : Meitika Candra Lantiva