Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Waktu Kecil Ngajinya IQRO, Masih Ingatkah Sosok Pria Berpeci yang Terpampang di Sampul Buku Belakang? Yuk Simak!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 18 Oktober 2024 - 16:25 WIB
Sosok legendaris di balik sampul Buku Iqro.
Sosok legendaris di balik sampul Buku Iqro.

RADAR PURWOREJO - Semasa kecil belajar membaca Al-Qur’an di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dengan buku IQRO.

Giliran ditanya siapa tokoh yang ada di sampul belakangnya tak tahu jawabannya.

Seorang lelaki bersetelan jas lengkap dengan peci hitam di sampul buku IQRO adalah KH As’ad Humam.

Tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan metode belajar membaca Al-Qur’an.

As’ad Humam bukanlah nama aslinya. Jadi, nama aslinya hanya satu kata awal, As’ad.

Sedangkan ‘Humam’ merupakan nama ayahnya, Humam Siraj. Keluarga As’ad berasal dari pasangan pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Metode Iqra’ ditemukan di pusat kebudayaan Muhammadiyah di Kotagede, Yogyakarta.

KH As’ad Humam ditemani oleh Ustadz Jazir Asp dalam menemukan metode Iqra’.

Seorang pegiat Muhammadiyah yang kini menjadi sosok penting di Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

KH. As
KH. As

Mitsuo Nakamura menyatakan bahwa meski metode Iqra’ berasal dari pegiat Muhammadiyah, gerakan Iqra’ berdiri sendiri dan tidak terikat dengan Muhammadiyah.

Di Indonesia, TPQ sebenarnya mulai berkembang di akhir 1980-an.

Ini terjadi karena kedatangan seorang penemu metode Qiroati bernama Kyai Dahlan Salim Zarkasyi dari Semarang.

Kala itu, KH As’ad Humam juga turut mengajarkan metode Qiroati. Ia menganggap metode ini memiliki celah yang bisa disempurnakan.

Namun, sarannya ditolak oleh Kyai Dahlan Salim Zarkasyi yang menganggap metode Qiroati sudah baku dan tidak bisa dicampuri oleh metode lain.

KH As’ad berhenti mengajar Qiroati setelah menemui jalan buntu dan berusaha menemukan cara baru.

Ia terus mencari formulasi yang tepat di bawah pohon jambu sebelah rumahnya.

Di sinilah inspirasi metode Iqra’ bermula.

Membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi KH As’ad untuk mengenalkan metode baru yang ia temukan.

Pada 16 Maret 1988, KH As’ad Humam bersama Ustadz Jazir Asp yang dibantu Tim Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushola (AMM) mendirikan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an AMM Yogyakarta.

Tepatnya di Kampung Selokraman, Kotagede, yang merupakan kampung halaman KH. As’ad Humam.

Di tempat itulah maha karya KH As’ad Humam disebarkan.

Metode Iqra’ menyebar dengan cepat, sehingga banyak digunakan di banyak tempat. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pria berpeci #Belajar Membaca Alquran #Yogyakarta #Metode Iqro #iqro #legendaris #KH Asad Humam #buku Iqro #Ngaji