Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengapa Hari Jumat Disebut Hari Spesial? Inilah Penjelasannya

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 29 November 2024 | 19:35 WIB
Masjid Al Aqsa.
Masjid Al Aqsa.

RADAR PURWOREJO - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam berbagai tradisi, terutama dalam ajaran Islam.

Hari yang disebut sebagai penghulu segala hari ini menyimpan banyak keutamaan dan keberkahan, sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadis.

Bagi umat Muslim, hari Jumat adalah momen istimewa untuk memperbanyak ibadah dan refleksi spiritual.

Dalil Keutamaan Hari Jumat

Al-Imam al-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dari Sa’ad bin Ubadah yang menyebutkan:

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya fitri. Pada hari Jumat terdapat lima keutamaan: Allah menciptakan Nabi Adam, mengeluarkannya dari surga ke bumi, dan pada hari itu pula Nabi Adam wafat. Di dalamnya terdapat waktu mustajab, di mana setiap hamba yang berdoa akan dikabulkan, selama tidak meminta hal yang haram atau memutus silaturahmi. Hari kiamat juga akan terjadi pada hari Jumat. Semua makhluk, termasuk malaikat, langit, bumi, dan gunung, merasa khawatir jika kiamat tiba pada hari itu.”

Keistimewaan Hari Jumat

Berikut ini adalah alasan mengapa hari Jumat dianggap spesial dalam agama Islam dan beberapa budaya lain:

1. Makna Religius yang Mendalam

Hari Jumat dikenal sebagai hari penuh keberkahan. Umat Islam diwajibkan melaksanakan salat Jumat yang memiliki keutamaan besar dibandingkan ibadah lainnya.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari), menandakan keutamaan hari ini di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Lilis Nuryani Ajak Pendukung Buang Permusuhan Pasca-Pilkada Kebumen

2. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Di dalamnya terdapat waktu yang jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti Allah memberikan apa yang ia minta.”
Waktu mustajab ini menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak umat Muslim memanfaatkan hari Jumat untuk berdoa dan berdzikir.

3. Berkumpulnya Malaikat di Masjid

Hari Jumat menjadi momen istimewa di mana malaikat berkumpul untuk menyaksikan khutbah dan salat Jumat.

Hal ini menunjukkan betapa mulianya hari Jumat di mata Allah.

4. Libur di Beberapa Negara

Di negara-negara Timur Tengah dan beberapa negara mayoritas Muslim, hari Jumat dijadikan hari libur resmi.

Momen ini dimanfaatkan untuk fokus beribadah, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan aktivitas santai.

Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, sekolah dan instansi juga menetapkan hari Jumat sebagai hari libur.

5. Hari Keberkahan Doa dan Dzikir

Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa pada hari Jumat, tidak ada seorang Muslim yang memanjatkan doa kecuali doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, doa, dan permohonan ampun.

Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah dan istimewa, tidak hanya dalam tradisi Islam tetapi juga dalam berbagai budaya.

Keistimewaan hari ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, menjaga silaturahmi, dan memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa.

Dengan memaknai hari Jumat sebagai hari yang spesial, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas hidup spiritual. (Teguh Wicaksono)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hari jumat #ajaran islam #keistimewaan hari jumat