RADAR PURWOREJO - Banyak orang menganggap kebohongan adalah suatu tindakan negatif dan dapat mengarah pada kejahatan apabila kebohongan tersebut menimbulkan banyak kerugian bagi sekitarnya.
Namun, pernahkah kamu berpikir kebohongan ada untuk kebaikan orang lain? Istilah ini disebut sebagai white lies.
Secara sederhana, white lies merupakan tindakan memberikan sebuah pernyataan palsu atau kebohongan dengan alasan kebaikan.
Misalnya, kita berbohong menyukai sesuatu yang diberikan oleh teman atau pacar kita meskipun sejatinya kita tidak menyukainya.
Kondisi ini demi mempertahankan hubungan yang ada serta melindungi perasaan orang yang memberi hadiah.
Dilansir dari laman Binus University tentang Etis atau Tidak Etis: Berbohong Demi Kebaikan yang diakses pada Jumat, (6/12/2024), white lies memiliki dua sisi, yakni baik dan buruk.
Hal itu tergantung pada bagaimana kita memandang kebohongan tersebut.
Ada 3 cara bagaimana kita memandang suatu kebohongan tersebut merupakan hal yang etis atau tidak.
Pertama melalui prinsip utilitarianisme. Prinsip ini menekankan bahwa selama orang–orang mendapat kepuasan atau kebahagiaan, maka hal itu dianggap etis (termasuk kebohongan demi kebaikan).
Kedua ada duty-based ethics. Prinsip ini berlawanan dengan utilitarianisme, dimana suatu tindakan dinilai berdasarkan moral dari agama, masyarakat, atau kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena pada dasarnya kebohongan adalah tindakan memalsukan sesuatu dari kejadian yang sebenarnya, maka hal itu dianggap tidak etis.
Baca Juga: Pabrik Garmen Kebakaran Ribuan Pekerja Pabrik Diliburkan Sementara, Kerugian Masih Dihitung
Ketiga adalah right-based ethics. Prinsip ini bergantung pada apakah hak yang ada pada manusia dilanggar akibat kebohongan tersebut.
Jadi, selama orang yang bersangkutan menilai kebohongan itu merugikan padanya, maka akan dianggap tidak etis. Begitupun sebaliknya.
White lies sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Sebagai contoh saat percakapan basa–basi, kita dapat dengan mudahnya bilang, “baik – baik saja” ketika ditanya bagaimana kabarnya.
Padahal, dibalik itu kita merasa gelisah akan suatu permasalahan yang ingin disimpan sendiri.
Hal itu karena kita mempertimbangkan perasaan orang lain sehingga tidak ingin membuat mereka repot.
Yang jelas, kita harus pintar untuk membedakan white lies dengan kebohongan yang sesungguhnya.
Karena sejatinya berohong atau berdusta merupakan perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain, apalagi kaitannya dengan menyembunyikan kejahatan. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva