RADAR PURWOREJO - Menurut ajaran Islam, mati syahid adalah puncak kemuliaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.
Syahid tidak hanya gugur dalam perang saja, lebih dari itu syahid juga mencakup mereka yang wafat dalam keadaan tertentu dan mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah.
Rasulullah SAW menyampaikan bahwa terdapat beberapa golongan yang diberikan status syahid sebagai balasan atas perjuangan dan kesabaran seseorang menghadapi ujian hidup.
Golongan syahid yang sering dikenal adalah mereka yang wafat saat berjuang di jalan Allah, demi mempertahankan prinsip agama dan kebenaran.
Kepergian mereka penuh dengan keberanian dan keikhlasan yang penuh, menjadikan akhir hidupnya sebagai wujud pengorbanan paling mulia.
Mereka yang berpulang karena wabah penyakit juga tergolong syahid.
Perjuangan dan kesabaran mereka untuk berjuan dari penyakit menjadi alasan Allah meninggikan derajatnya.
Termasuk pula orang yang wafat karena sakit perut atau luka pada organ dalam. Rasa sakit yang luar biasa dan menimbulkan penderitaan panjang menjadi bentuk jihad yang Allah hargai sebagai syahid.
Korban yang meninggal karena tenggelam memperoleh derajat syahid, sebab ia telah berusaha keras menyelamatkan diri, namun tidak mampu mengubah ketetapan Allah.
Begitu pula dengan korban kebakaran dan korban reruntuhan bangunan akibat gempa bumi atau bencana lain, karena mereka meninggal dalam keadaan sakit dan kesulitan luar biasa di detik-detik terakhir hidupnya.
Seorang wanita yang meninggal saat melahirkan pun masuk dalam kategori syahid, karena pengorbanannya dalam melahirkan seorang anak merupakan hal yang sangat dimuliakan dalam Islam.
Yang terakhir adalah mereka yang meninggal karena membela kebaikan, kehormatan, dan kebenaran, baik untuk diri sendiri, keluarga, ataupun agamanya.
Mereka meninggal dalam upaya menegakkan nilai yang benar.
Keistimewaan dari mati secara syahid menjadikan seseorang tersebut memperoleh kedudukan mulia, bahkan sejak detik pertama darahnya mengalir.
Seperti saat sakaratul maut rasanya seperti digigit semut, mereka juga dibebaskan dari fitnah dan azab kubur, serta diselamatkan dari dahsyatnya hari kiamat.
Selain itu, seorang syahid akan masuk surga tanpa hisab, diberikan 70 syafaat untuk keluarganya, serta menikah dengan 70 bidadari sebagai bentuk penghormatan di surga.
Kemuliaan inilah yang mendorong umat Islam untuk terus menjalani kehidupan dengan keimanan yang kokoh dan keteguhan dalam berpegang pada kebenaran. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva