Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-8 Ramadan 2026, Pahala yang Disebut Setara Anugerah Nabi Ibrahim

Bahana. • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:05 WIB

Photo
Photo
Bulan Ramadan merupakan waktu yang khusus bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Melalui berbagai bentuk ibadah, doa, dan zikir. Salah satu praktik paling terkenal adalah salat tarawih, sebuah ibadah sunah muakkad yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadan setelah salat Isya.

Banyak ulama, baik dari zaman dahulu maupun sekarang, telah membahas berbagai keutamaan tarawih, termasuk pengalaman spiritual yang diyakini muncul pada malam kedelapan Ramadan.

Salat tarawih sendiri merupakan bagian dari qiyamullail yang khusus dilakukan pada bulan Ramadan, yaitu ibadah malam yang dilaksanakan oleh kaum Muslim dengan berdiri untuk melaksanakan salat dan membaca Al-Qur’an dengan jumlah rakaat tertentu, baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.

Meskipun jumlah rakaatnya dapat bervariasi di antara umat Islam, inti dari amalan ini adalah menghidupkan malam dengan ibadah yang ikhlas serta berharap akan ganjaran dari Allah. Dalam hadis yang sah dijelaskan bahwa:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “ Dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (Salat tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat ”. (HR Muslim).

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan salat tarawih secara umum, yakni sebagai sarana memperoleh pengampunan dosa sekaligus keberkahan spiritual.

Mengenai keutamaan malam ke-8, sejumlah literatur tradisional menyebutkan adanya peluang pahala istimewa pada malam tersebut. Dalam kitab klasik Durratun Nashihin disebutkan:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Artinya: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim a.s. dianggap sebagai contoh yang patut diteladani dalam hal ketahanan iman, kepatuhan, dan kedekatan dengan Tuhan. Beberapa ulama memaknai berkah ini sebagai kesempatan spiritual bagi umat Muslim untuk mengikuti jejak keteguhan iman Nabi Ibrahim melalui pelaksanaan salat tarawih yang penuh kehusukan.

Walau demikian, perlu dicatat bahwa argumen mengenai pahala spesifik untuk setiap malam Ramadan masih menjadi topik perdebatan di kalangan ulama mengenai kekuatan buktinya. Karena itu, umat Islam disarankan untuk berpegang pada bukti-bukti yang sahih dan jelas serta menghindari riwayat yang tidak memiliki kepastian keasliannya.

Salat tarawih dapat dijadikan sebagai momen untuk memperkokoh ikatan dengan Allah melalui pembacaan Al-Qur’an, doa, serta refleksi diri.

Menjadikan ibadah ini sebagai cara untuk memperbaiki diri, menambah amalan sunah lainnya, dan mendekatkan hati kepada Allah merupakan cara terbaik untuk mengimplementasikan keberkahan yang diberikan selama Ramadan.

Dengan kata lain, meskipun ulama memiliki pandangan berbeda tentang pahala spesifik tiap malam, hal yang paling penting ialah keseriusan niat dan kualitas ibadah yang dilakukan oleh umat Islam setiap malam selama bulan suci ini.

Ramadan lebih dari sekadar kalender malam, tetapi sebuah kesempatan berkelanjutan untuk bertransformasi menjadi individu yang lebih baik di hadapan Sang Pencipta.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#Ramadan 2026 #Salat Tarawih #puasa ramadan