Namun, salah memilih menu sahur justru bisa menimbulkan masalah pencernaan, salah satunya perut kembung dan rasa begah.
Kondisi ini sering muncul akibat makanan yang terlalu berlemak, bersantan, atau menghasilkan gas berlebih di lambung.
Agar puasa tetap nyaman, berikut tujuh makanan sahur yang relatif aman di lambung, tidak mudah menyebabkan kembung, dan tetap memberi energi.
1. Nasi Putih atau Nasi Merah
Nasi masih menjadi sumber karbohidrat utama bagi banyak orang.
Baik nasi putih maupun nasi merah relatif aman dikonsumsi saat sahur selama porsinya tidak berlebihan.
Karbohidrat pada nasi mudah dicerna dan tidak memicu pembentukan gas berlebih, terutama jika disajikan hangat dan tidak terlalu kering.
2. Telur Rebus
Telur rebus merupakan sumber protein yang praktis dan ramah lambung. Proses merebus membuat telur lebih mudah dicerna dibandingkan telur goreng yang tinggi lemak.
Konsumsi telur rebus saat sahur membantu rasa kenyang bertahan lebih lama tanpa membuat perut terasa penuh.
3. Tempe
Sebagai makanan hasil fermentasi, tempe mengandung protein yang relatif mudah dicerna. Proses fermentasi juga membantu mengurangi zat yang dapat memicu gas di perut.
Tempe cocok dikonsumsi saat sahur, terutama jika diolah dengan cara ditumis ringan atau dikukus.
4. Oatmeal
Oatmeal mengandung serat larut yang membantu menjaga kestabilan pencernaan. Serat jenis ini tidak menghasilkan gas berlebihan seperti serat kasar pada beberapa sayuran.
Oatmeal juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan cocok bagi yang memiliki lambung sensitif.
5. Pisang
Pisang dikenal sebagai buah yang ramah bagi sistem pencernaan. Kandungan kalium di dalamnya membantu menjaga keseimbangan elektrolit, sementara teksturnya yang lembut tidak membebani lambung. Pisang bisa menjadi pelengkap sahur, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
6. Sup Bening
Sup bening dengan kuah ringan membantu tubuh tetap terhidrasi dan memberi efek menenangkan pada lambung.
Kuah hangat dapat memperlancar pencernaan serta mengurangi risiko perut kembung. Sup bisa dikombinasikan dengan sayuran ringan dan sumber protein seperti ayam atau tahu.
7. Yogurt
Yogurt mengandung probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
Konsumsi yogurt saat sahur dapat membantu mengurangi rasa penuh dan memperlancar pencernaan.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang cocok dengan produk susu, sehingga konsumsinya perlu disesuaikan kondisi tubuh.
Sahur tidak harus selalu berat atau berlebihan. Kunci sahur yang nyaman adalah memilih makanan yang mudah dicerna, rendah lemak, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dengan menu yang tepat, puasa bisa dijalani tanpa rasa kembung, begah, atau tidak nyaman sepanjang hari.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.