Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ziarah Kubur Saat Lebaran Kegiatan Wajib, Inilah dalam Pandangan Islam

Magang Radar Purworejo • Senin, 23 Maret 2026 - 17:08 WIB

Ziarah kubur.
Ziarah kubur.

RADAR PURWOREJO - Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan baik dengan yang masih hidup maupun yang telah berpulang.

Salah satu tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia adalah ziarah kubur setelah shalat Ied.

Pemandangan keluarga yang berbondong-bondong mendatangi makam, menabur bunga, hingga memanjatkan doa menjadi hal yang lumrah saat Lebaran tiba.

Namun, di balik tradisi ini, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas seperti bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur saat Idul Fitri dalam Islam.

Dilansir dari media resmi Muhammadiyah, ziarah kubur pada dasarnya merupakan amalan yang diperbolehkan dalam Islam.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal serta menjadi pengingat bagi yang hidup akan kehidupan akhirat.

Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa Islam tidak menetapkan waktu khusus untuk melakukan ziarah kubur, termasuk pada hari Lebaran.

Artinya, kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu momen tertentu.

Dasar kebolehan ziarah kubur dapat dilihat dari hadis Nabi Muhammad Saw.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:


عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ

لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخرة. [رواه مسلم وابو داود والترمذي وابن

حبان والحاكم]

“Diriwayatkan dari Buraidah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda; ‘Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat’.” [HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim].

Sejumlah literatur keislaman juga menyebutkan bahwa berziarah di hari raya justru dianjurkan.

Selain mendoakan orang yang telah meninggal, ziarah juga menjadi sarana untuk menyampaikan salam kepada penghuni kubur dan memperkuat kesadaran spiritual umat Muslim.

Lebih dari sekadar tradisi, ziarah kubur menyimpan banyak makna.

Kegiatan ini mengingatkan manusia akan kematian sebagai sesuatu yang pasti, sekaligus mendorong untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelahnya.

Di sisi lain, doa yang dipanjatkan menjadi bentuk kasih sayang yang tetap terjalin meski terpisah oleh alam yang berbeda.

Tak hanya berdampak secara spiritual, ziarah kubur juga memiliki nilai sosial.

Momen ini sering dimanfaatkan keluarga untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, dan menjaga tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada akhirnya, ziarah kubur saat Lebaran bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi pengingat akan perjalanan hidup manusia, bahwa di tengah kebah

agiaan hari raya, ada refleksi mendalam tentang kehidupan, kematian, dan pentingnya menjaga hubungan, baik dengan sesama maupun dengan Sang Pencipta. (Lintang perdana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Idul Fitri #pandangan islam #Kegiatan Wajib #ziarah kubur #Lebaran #hari raya