Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Penantian 16 Tahun Berakhir di Tanah Suci, CJH asal Kulon Progo Meninggal Sebelum Puncak Haji

Anom Bagaskoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:53 WIB
Jamaah Haji.
Jamaah Haji.

 

KULON PROGO - Kabar duka datang dari Arab Saudi, satu calon jemaah haji (CJH) asal Kulon Progo meninggal dunia usai menjalankan Umroh Sunnah. Jamaah itu, Ngadikin,59, asal kloter 1 YIA dengan domisili Kalurahan Plumbon Kapanewon Temon.

Kepala Seksi Pembinaan Layanan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kulon Progo Kholistin Arifiyani menyebutkan, satu CJH asal Kulon Progo meninggal dunia sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi, Jumat (8/5).

 CJH tersebut sempat dirawat di Al Noor Specialist Hospital, Makkah. "Keterangan dokter, beliau mengalami serangan jantung karena kelelahan," ucap Kholistin,Jumat (8/5).

Baca Juga: 31 Desember 2026 Jadi Batas Waktu Guru Non-ASN Mengajar di Sekolah Negeri, Pemkab Kulon Progo Siapkan Skema Penataan

Kholistin menjelaskan, CJH mengeluhkan rasa sesak dada usai menjalankan umrah sunnah. Jamaah juga sempat terlihat menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Namun, timbul gejala serangan jantung hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit terdekat,

Ngadikin memiliki riwayat penyakit sakit jantung, namun memenuhi laik terbang dengan disertai obat dan pengawasan dokter rombongan. Sayanganya, sebelum menjalankan ibadah haji, CJH merasakan gejala serangan jantung. Hal ini diduga faktor kelelahan, mengingat umrah sunnah tak hanya menguras mental tetapi juga fisik.

Umrah sunnah saat ini tergolong sulit saat musim haji. Pasalnya, banyak CJH dari berbagai belahan dunia lain turut beribadah. Di samping itu, jarak antara Masjidil Haram dengan penginapan cukup jauh.

Baca Juga: Tak Hanya Pengasuh, Yayasan Little Aresha Terancam Digugat dan Dibubarkan: Pemkot Jogja Kumpulkan Orang Tua Korban Daycare, Tuntut Restitusi

CJH harus menggunakan bus yang jadwalnya tak dapat dipastikan. "Nanti akan langsung dikuburkan di sana (Makkah)," ungkapnya.

Kholistin menjelaskan, jenazah akan dishalatkan di Masjidill Haram dan langsung dikebumikan. Hal ini didasari regulasi kebijakan Arab Saudi saat CJH  meninggal dunia.

Biaya haji yang telah dibayarkan juga akan dikembalikan 100 persen. Sedangkan, ibadah haji akan diwakilkan oleh petugas yang berada di sana. "Beliau berangkat bersama istri, dan istrinya dipastikan tetap menjalankan haji," ungkapnya.

Baca Juga: Masa Tunggu Hanya Tujuh Tahun, Jemaah Haji Khusus Bayar Rp 260 Juta untuk Antrean Singkat dan Hotel Bintang Lima

Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah fisik. Pihaknya mengimbau agar CJH dapat menjaga diri. Terutama tak memaksakan ibadah sunah, justru fokus ibadah diarahkan ke rukun haji. Sebab puncak haji akan jatuh pada 27 Mei mendatang. Selama puncak itu, CJH akan berjubel di beberapa titik yang akan menghabiskan waktu dan tenaga.

 

Sementara itu, anak sulung Ngadikin Khafid Pradana menuturkan, ayahnya mendaftar sejak 2010 silam, dan baru berangkat 2026. Sosok ayahnya dikenal sebagai guru yang mengajar di SDN Bugel dan menjadi panutan warga sekitar."Bisa dibilang, ayah jadi panutan warga di sini," ungkapnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#umrah sunnah #puncak haji #masjidil haram #CJH #KULON PROGO