RADAR PURWOREJO - Menyembelih hewan kurban adalah salah satu syiar Islam yang agung.
Agar ibadah ini sah, bernilai pahala mulia, dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, umat muslim wajib tahu rincian niat, doa, tata cara, beserta dalil sahihnya.
1. Niat dan Doa Menyembelih Hewan Kurban
Niat letaknya di dalam hati. Namun, melafazkannya hukumnya sunnah untuk memantapkan hati.
A. Jika Menyembelih Hewan Milik Sendiri
Lafaz Niat dan Doa:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَإِلَيْكَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي
Bismillahi wallahu akbar, allahumma hadza minka wa ilaika, allahumma taqabbal minni.
Artinya: "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, kurban ini adalah nikmat dari-Mu dan ditujukan kepada-Mu. Ya Allah, terimalah kurban dariku."
B. Jika Menyembelihkan Milik Orang Lain (Wakil)
Jika Saudara bertindak sebagai jagal atau mewakili orang lain, sebutkan nama shahibul qurban (pemilik kurban) di akhir doa:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَإِلَيْكَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ (اِسمُ الصَّاحِبِ)
Bismillahi wallahu akbar, allahumma hadza minka wa ilaika, allahumma taqabbal min (...sebutkan nama pemiliknya...)
Artinya: "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, kurban ini adalah nikmat dari-Mu dan ditujukan kepada-Mu. Ya Allah, terimalah kurban dari [Nama Pemilik]."
2. Tata Cara Penyembelihan Sesuai Sunnah
Agar hewan tidak tersiksa dan ibadah kita sempurna, ikutilah urutan tata cara berikut:
Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat: Rebahkan hewan kurban dengan posisi lambung kiri berada di bawah (menempel tanah) dan kepalanya menghadap ke arah kiblat.
Menggunakan Pisau yang Sangat Tajam: Hal ini wajib hukumnya agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan.
Dilarang keras mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
Membaca Basmalah dan Takbir: Saat akan mengiris leher, ucapkan "Bismillahi wallahu akbar".
Baca Juga: Revitalisasi Ditarget Rampung Akhir Tahun, Jembatan Kewek Mulai Dibongkar Bulan Depan
Memotong 3 Saluran Utama: Pastikan dalam satu kali gerakan/irisan yang mantap, tiga saluran ini terputus sempurna:
Hulqum (Saluran pernapasan/tenggorokan).
Mari' (Saluran makanan/kerongkongan).
Wadajain (Dua urat nadi/pembuluh darah di kanan kiri leher).
Membiarkan Hewan Sampai Benar-benar Mati: Jangan terburu-buru menguliti, memotong kaki, atau memindahkan hewan sebelum dipastikan darahnya berhenti mengalir dan hewan tersebut telah mati total.
3. Dalil Syariat tentang Kurban
A. Perintah Berkurban (Al-Qur'an)
Kewajiban atau anjuran berkurban didasarkan pada Firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli lirabbika wanhar.
Artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah."
B. Hadits tentang Doa dan Cara Menyembelih
Rasulullah SAW mencontohkan langsung bagaimana beliau menyembelih hewan kurbannya. Hal ini diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ... فَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ: بِاسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ، وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ، ثُمَّ ضَحَّى بِهِ
Anna Rasulallahi shallallahu 'alaihi wa sallama amara bikabsyin aqrana... fa akhadzal kabsya fa adhj'ahu tsumma dzabahahu tsumma qala: Bismillah, allahumma taqabbal min Muhammadin, wa aali Muhammadin, wa min ummati Muhammadin, tsumma dhahha bihi.
Artinya: "Bahwa Rasulullah SAW meminta dibawakan seekor domba bertanduk... Lalu beliau mengambil domba tersebut, merebahkannya, kemudian menyembelihnya seraya membaca: 'Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad.' Kemudian beliau berkurban dengannya."
Baca Juga: Indahnya Pesona dan Daya Tarik DSA Krebet Bantul, Cocok Jadi Pilihan Wisata di Hari Luang
C. Hadits tentang Berbuat Baik (Ihsan) Kepada Hewan
Rasulullah SAW juga sangat menekankan aspek kemanusiaan dan kasih sayang kepada hewan yang akan disembelih:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Innnallaha katabal ihsana 'ala kulli syai-in, fa idza qataltum fa ahsinul qitlah, wa idza dzabahtum fa ahsinudz dzibhata, wal yuhidda ahadukum syafratahu, wal yurih dzabihatahu.
Artinya: "Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya." (HR. Muslim).
Semoga panduan ini bermanfaat dan membuat ibadah kurban Saudara diterima di sisi Allah SWT serta mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan sesama. Amin ya Rabbal 'Alamin.
Editor : Meitika Candra Lantiva