Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gunakan Restraining Box, Masjid Jogokariyan Minimalkan Stres Sapi Kurban Berbobot 1 Ton

Fahmi Fahriza • Kamis, 28 Mei 2026 | 05:50 WIB
Masjid Jogokariyan Sembelih 160 Hewan Kurban dalam Sehari
Masjid Jogokariyan Sembelih 160 Hewan Kurban dalam Sehari

 

 

JOGJA - Masjid Jogokariyan Jogjakarta mencatat peningkatan signifikan jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026. Tahun ini, panitia menerima total 160 hewan kurban yang terdiri dari 80 sapi dan 80 kambing.

 

Sementara, pada Idul Adha 2025 lalu, Masjid Jogokariyan menyembelih 126 hewan kurban. Jumlah tersebut terdiri dari 65 ekor sapi dan 61 ekor kambing, 

 

Ketua Panitia Idul Adha Masjid Jogokariyan Suratno Wijaya mengatakan, bahwa jumlahnya memang meningkat jika dibanding tahun sebelumnya, dan bahkan melampaui kapasitas awal panitia.

 Baca Juga: Tren Paylater Picu Perilaku Konsumtif Anak Muda, Pakar UMY: Ini Ilusi Finansial

"Memang target kita setiap tahunnya meningkat. Alhamdulillah secara jumlah ini juga meningkat dibanding tahun lalu," ujar Ratno saat ditemui, Rabu (27/5).

 

Dari total 160 hewan kurban tahun ini, sebanyak 78 sapi disembelih di Masjid Jogokariyan, sementara dua sapi lainnya didistribusikan ke wilayah yang jumlah hewan kurbannya masih minim. Adapun untuk kambing, sebanyak 70 ekor disembelih di Jogokariyan, dan sisanya didistribusikan ke desa binaan untuk kegiatan dakwah pedesaan.

 

Ia menerangkan, bahwa panitia membuka pendaftaran bagi sohibul kurban hingga malam takbiran. Ratno menyebut keputusan itu merupakan bentuk komitmen Masjid Jogokariyan kepada masyarakat.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Gunungkidul Disembelih di Pengkol Nglipar, Penyembelihan Diawasi Dokter Hewan 

"Kami konsekuen dengan yang disampaikan di media sosial, yakni menerima pendaftaran sohibul sampai malam takbiran. Ternyata saat itu bertambah lagi menjadi 80. Padahal kemampuan kami sebenarnya itu 70-an ekor," katanya.

 

Tahun lalu, proses penyembelihan 65 sapi dan 61 kambing di Masjid Jogokariyan sempat menjadi sorotan karena mampu diselesaikan hanya dalam waktu 3,5 jam. Namun pada tahun ini, panitia mengaku tidak lagi berfokus mengejar kecepatan.

 

"Kalau tahun ini karena jumlah hewan kurbannya semakin banyak, kami tidak mengejar cepat-cepat. Tapi yang penting hari ini sampai sore selesai dengan aman dan selamat," kata Ratno.

Baca Juga: Bupati Bantul Sebut Ibadah dan Izin Bangunan Persoalan Lain, Nilai Tindakan Persekusi dan Intimidasi Jemaat GMS Melanggar Agama dan Konstitusi 

Meski demikian, sistem kerja penyembelihan tetap dirancang cepat dan terorganisir. Dalam satu proses penyembelihan sapi, panitia melibatkan sekitar 6 hingga 10 orang, mulai dari penuntun, peroboh sapi, hingga jagal.

 

Ratno menjelaskan, proses penyembelihan satu ekor sapi berlangsung sekitar 3 sampai 5 menit. Sementara keseluruhan proses dari kandang menuju lokasi penjagalan hingga pengulitan membutuhkan sekitar 20 menit.

 

"Dari kandang sampai penyembelihan sekitar 10 menit, kemudian pengulitan sekitar 10 menit," ujarnya.

 

Lebih lanjut, untuk mendukung proses tersebut, sekitar 500 panitia dan relawan diterjunkan. Jumlah itu belum termasuk sekitar 150 relawan tambahan yang mendaftar langsung pada hari pelaksanaan.

 Baca Juga: Polresta Endus Pola Mafia di Kasus Geng Pelajar Jogja, Diduga Terorganisasi: Dalami Sumber Dana hingga Peran Safe House di Cilacap

"Kita dari panitia menyediakan kaos sekitar 700-an, dan semuanya habis," ujar Ratno.

 

Dalam pelaksanaannya, Masjid Jogokariyan juga mempertahankan sejumlah sistem yang selama ini menjadi ciri khas pelaksanaan kurbannya. Salah satunya adalah penggunaan monitoring digital antar-divisi yang memungkinkan panitia melakukan laporan perkembangan hampir setiap 15 menit, mulai dari penyembelihan hingga distribusi.

 

Disampaikan bahwa, kepanitiaan tahun ini terdiri dari sekitar 40 divisi, mulai dari divisi jagal, boning, pemotongan tulang, hingga distribusi. Menurut Ratno, pengaturan ulang personel antar-divisi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kerja.

 

"Personel yang lebih banyak kita oper, kita bagi-bagi supaya kerjanya juga lebih efektif," ulasnya.

 Baca Juga: Kredit Palsu Berjalan 10 Tahun, Mantan Tiga Pengurus BUKP Tempel Buat Pinjaman 203 Nasabah Fiktif

Selain itu, Masjid Jogokariyan juga memiliki tim khusus pencari sapi yang langsung mendatangi peternak di lereng Merapi dan wilayah DIJ. Hewan kurban yang dipilih juga lebih dulu diperiksa kondisi fisiknya, lalu diberikan vitamin dan obat cacing untuk memastikan kesehatan hewan.

 

Dalam proses penyembelihan, sapi berbobot 500 kilogram hingga lebih dari 1 ton direbahkan menggunakan restraining box agar lebih aman dan tidak melukai hewan. Mata sapi juga ditutup untuk mengurangi stres saat penyembelihan.

 

Untuk tahun ini, panitia menargetkan proses pengulitan selesai pukul 14.00 WIB dan seluruh distribusi daging qurban rampung setelah salat Asar.

 

"Hari ini harus selesai. Baik untuk sohibul, warga, maupun jemaah dari luar," tegas Ratno.

 

Dari pantauan Radar Jogja, pelaksanaan kurban di Masjid Jogokariyan juga menarik perhatian warga dan mahasiswa perantau yang memilih menghabiskan Idul Adha di Jogja. Salah satunya, Muhammad Huda, mahasiswa asal Pacitan yang datang untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan.

 Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Dua Bulan Tak Bertemu Orang Tua, Momen Lepas Rindu Bertepatan Libur Idul Adha

Ia mengaku penasaran dengan sistem kurban di Masjid Jogokariyan yang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama soal proses penyembelihan yang cepat dan tertata.

 

"Saya baru setahun ini di Jogja, dan beberapa kali ikut kegiatan di Masjid Jogokariyan. Karena saya tidak pulang, jadi coba ke sini juga untuk lihat prosesnya," akunya.

 

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tersebut juga menilai suasana gotong royong yang terlihat di lokasi menjadi pengalaman berbeda baginya sebagai perantau yang tidak mudik saat Idul Adha tahun ini.

 

"Walaupun nggak pulang kampung, suasananya tetap terasa hangat karena ramai dan banyak relawan yang terlibat," paparnya. (iza)

 

Editor : Heru Pratomo
#masjid jogokariyan #restraining box #Idul Adha #hewan kurban #UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta