DALAM perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah menghadapi masa-masa sulit yang penuh dengan ujian dan cobaan. Kesulitan itu dapat berupa persoalan pekerjaan, hubungan, kesehatan, hingga tekanan batin yang membuat hati terasa sempit dan hampir putus asa. Dalam Islam, salah satu ikhtiar yang dianjurkan ketika menghadapi berbagai persoalan adalah berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang memiliki keutamaan besar adalah doa Nabi Yunus AS.
Bacaan Doa Nabi Yunus
Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin:
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhaalimiin.
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan besar setelah meninggalkan kaumnya sebelum mendapat izin dari Allah SWT. Dalam kegelapan perut ikan dan dasar lautan, Nabi Yunus menyadari kesalahannya. Dengan penuh ketulusan, beliau mengakui kekhilafannya, bertasbih kepada Allah SWT, serta memohon ampun dan pertolongan-Nya. Atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT, Nabi Yunus akhirnya diselamatkan dari ujian yang tampak mustahil untuk diatasi oleh manusia.
Doa Nabi Yunus bukan sekadar permohonan ampun, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas keesaan dan kebesaran Allah SWT serta kerendahan hati seorang hamba di hadapan-Nya. Doa ini mengajarkan pentingnya introspeksi diri, bertobat, dan tetap berharap kepada Allah dalam keadaan sesulit apa pun.
Baca Juga: LPS Langsung Bayar Klaim Tahap Pertama, Nasabah BPR Ceper Klaten Mengaku Tak Kapok Menabung di Bank
Keutamaan doa Nabi Yunus juga disebutkan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya ayat 87–88. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus dan menyelamatkannya dari kesulitan. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk mengamalkan doa ini ketika menghadapi berbagai ujian hidup, seraya tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT.
Editor : Iwa Ikhwanudin