Dalam kehidupan bermasyarakat dan berumah tangga, kabar tentang keretakan hubungan akibat hadirnya pihak ketiga kerap kali mewarnai linimasa dan perbincangan sehari-hari. Maraknya fenomena perselingkuhan tak jarang memicu rasa cemas, waswas, dan hilangnya rasa aman di antara pasangan.
Di samping ikhtiar nyata seperti menjaga komunikasi dan menetapkan batasan yang sehat, umat Muslim juga mengenal ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keadilan. Salah satu asma Allah yang sering dijadikan sandaran saat menghadapi kezaliman dan keretakan adalah Al-Jabbar.
Kata Al-Jabbar (الْجَبَّارُ) memiliki makna yang sangat mendalam dan multifaset dalam Asmaul Husna.
1. Maha Memperbaiki / Menyambung yang Retak
Baca Juga: Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun Pertama
Berasal dari akar kata jabara (seperti istilah aljabar), yang berarti memperbaiki tulang yang patah atau memulihkan keadaan yang rusak.
2. Maha Memaksa / Menundukkan Kebatilan
Allah Maha Kuasa untuk menundukkan niat-niat jahat, kezaliman, dan kecurangan yang merusak ketenteraman.
Oleh karena itu, menyebut nama Ya Jabbar bukan sekadar meminta perlindungan dari gangguan luar, melainkan juga memohon agar Allah memperbaiki keretakan hati dan menguatkan benteng rumah tangga dari godaan.
Ketika merasa cemas dengan lingkungan yang marak dengan ketidaksetiaan, atau ketika rumah tangga sedang diterpa cobaan kejujuran, beberapa amalan doa berikut dapat dilafalkan:
1. Zikir Asmaul Husna (Ya Jabbar, Ya Qohhar)
Banyak ulama menyarankan memperbanyak zikir:
"Ya Jabbar, Ya Qohhar" (Wahai Yang Maha Memperbaiki/Maha Memaksa, Wahai Yang Maha Menundukkan)
Tujuannya untuk memohon agar Allah menundukkan hawa nafsu yang merusak, memalingkan niat jahat dari pihak ketiga, serta melindungi pasangan dari godaan maksiat.
2. Doa Pemulih dan Pelindung Hati
Baca Juga: Alasan Kenapa "Open Dumping" Harus Dihentikan Sebelum 1 Agustus di Purworejo
Gabungan doa mohon ketetapan hati dan perbaikan hubungan:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Ditambahkan dengan permohonan khusus:
"Ya Allah, Ya Jabbar, perbaikilah kondisi hubungan kami, tutup rapatlah celah-celah keburukan dalam rumah tangga kami, dan palingkanlah hati kami serta pasangan kami dari segala bentuk pengkhianatan."
Nama Al-Jabbar mengingatkan kita bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dilembutkan-Nya, dan tidak ada hubungan yang terlalu retak untuk diperbaiki-Nya jika kedua belah pihak bersungguh-sungguh. Di tengah riuhnya dunia yang penuh godaan, menyerahkan perlindungan pasangan dan keluarga kepada Al-Jabbar adalah bentuk kepasrahan tertinggi sekaligus sumber ketenangan jiwa.
Alfiani Hidayatul Choiriyah