Air hujan adalah sumber utama kehidupan yang menyokong keberlangsungan manusia, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan. Kehadirannya menjadi salah satu wujud rahmat Allah SWT yang paling krusial bagi keberlangsungan bumi.
Ketika hujan tak kunjung turun dalam kurun waktu yang lama, kekeringan mulai mengancam kehidupan. Menghadapi fenomena ini, umat islam dituntun untuk memperbanyak doa memohon hujan dengan menggelar sholat sunnah istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Apa itu salat Istisqa?
Secara bahasa, istisqa bermakna memohon curahan air. Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW meneladankan tata cara ibadah ini dengan mengajak umat ke lapangan terbuka untuk salat dua rakaat tanpa azan dan iqamah.
Baca Juga: Anggaran Mobil Golf Kemensetneg Rp3,29 Miliar Disorot, Publik Pertanyakan Skala Prioritas
Usai salat, beliau mrnyampaikan khutbah, menghadap kiblat sambil memanjatkan doa dengan tangan terangkat, serta membalikkan posisi selendang sorbannya sebagai simbol permohonan perubahan kondisi.
Anjuran Sebelum Melakukan Salat Istisqa
1. Memperbanyak taubat dan istigfar: Sikap ini menjadi bentuk kesadaran atas keterbatasan manusia sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah.
2. Berpuasa: Sebagian ulama menganjurkan berpuasa selama tiga hari sebelum shalat istisqa, namun hal ini bukan kewajiban yang menentukan sah atau tidaknya salat istisqa.
3. Mengenakan pakaian sederhana: Hal tersebut menggambarkan sikap merendahkan diri di hadapan Allah ketika memohon pertolongan dan rahmat-Nya.
4. Mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan Istisqa: salat istisqa dapat dipahami tidak hanya sekadar rangkaian tata cara ibadah melainkan sebagai momentum untuk mengakui bahwasanya manusia memiliki keterbatasan dan memohon pertolongan Allah.
Dilansir dari laman Kementrian Agama (Kemenag) RI, berikut langkat-langkah pelaksanaan salat istisqa:
Baca Juga: Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru
1. Salat dilakukan secara berjamaah di tanah lapang.
2. Niat salat istisqa tanpa didahului azan dan iqamat.
3. Rakaat pertama takbir 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.
4. Rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
5. Rakaat kedua takbir 5 kali dilanjut membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.
6. Duduk tahiyat akhir dan membaca bacaan tahiyat, tasyahud, dan shalawat seperti bacaan salat wajib.
7. Diakhiri dengan bacaan salam dengan menolehkan wajak dan kepala ke kanan dan ke kiri.
Setelah salat istisqa, dilanjutkan dengan dua khutbah yang disampaikan khatib dengan cara berdiri dan sesekali duduk di antara kedua khutbah.
Baca Juga: Jogja Marketing Festival 2026 Hadir di Dua Segmen, Astra Motor Yogyakarta Pamerkan Produk Honda
Syariat Islam senantiasa mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar spiritual dan ikhtiar fisik. Disaat tangan terangkat dalam doa memohon hujan, ikhtiar bumi tetap harus berjalan. Menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang selama ini diterima.
Editor : Bahana.