Kisah inspiratif datang dari seorang prajurit TNI, Serma Priyo, yang bertugas di satuan Kodim 0814 Palembang.
Di saat sebagian orang mengutamakan gengsi demi menjaga citra profesi, ia justru tak ragu melepaskan seragam dinasnya seusai bertugas, berganti pakaian santai, dan melanjutkan aktivitas sebagai pemulung barang bekas demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
“Biar pekerjaan saya ini dianggap rendah oleh sebagian orang, yang penting saya tidak mengambil yang bukan hak saya. Saya takut memberi makan keluarga dengan uang haram,” ujar Priyo dengan penuh keteguhan.
Langkah ini ia ambil atas dasar kepedulian mendalam terhadap kehalalan rezeki yang diterima anak dan istrinya.
Baca Juga: Warung Mie dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo Jadi Sasaran Teror Pembakaran, Gasak HP Bawa Sajam
Rasa takut memberi makan keluarga dari uang haram membuatnya mantap melakoni pekerjaan sampingan tersebut, meskipun harus berhadapan dengan cibiran dan pandangan miring dari rekan-rekannya.
Bagi Serma Priyo, selama pekerjaan yang dilakukannya halal dan tidak merugikan orang lain, kehormatan dan gengsi bukanlah hal utama.
Keteguhan sikap Serma Priyo ini mendadak menjadi perbincangan hangat dan mengundang perhatian luas dari para pengguna media sosial.
Banyak warganet yang menyampaikan simpati, doa, hingga apresiasi tulus atas integritas dan kejujurannya di tengah tuntutan ekonomi saat ini.
Kejujuran dan kerja kerasnya pun memicu beragam tanggapan positif dari warganet di kolom komentar.
"Lancar berkah selalu rejekinya bapak sekeluarga," tulis akun @alonyaria di kolom komentar.
Akun @javanese_bikers.2021 turut menambahkan, "aparat kaya gini yang dapat banyak doa dan apresiasi tulus dari masyarakat,".
Editor : Bahana.