RADAR PURWOREJO – Dari segi kenyamanan, mungkin WC duduk yang menjadi pemenangnya. Akan tetapi, dari segi kesehatan, mana yang lebih dianjurkan?
Dari segi kesehatan, sebenarnya WC jongkok lebih sehat dibandingkan dengan WC duduk, karena lebih memudahkan untuk buang air besar.
Saat jongkok untuk buang air besar, sudut anorektal atau sudut yang rapat akan melebar bahkan lebih untuk memungkinkan bagian yang lebih jelas dan lebih lurus untuk tinja keluar melewati lubang anus.
Berdasarkan sebuah penelitian, waktu rata-rata yang dilakukan untuk buang air besar di WC jongkok lebih cepat dibandingkan buang air besar di WC duduk.
Di WC jongkok, membutuhkan waktu rata-rata 51 detik, sedangkan di WC duduk membutuhkan waktu rata-rata 114-130 detik. Banyak yang mengatakan bahwa WC jongkok lebih memudahkan untuk buang air besar.
Tapi jika dirumah hanya memiliki WC duduk dan ingin merasakan kemudahan untuk buang air besar seperti di WC jongkok, dapat menggunakan dudukan toilet dan bangku kecil untuk menopang kaki dan memungkinkan untuk melenturkan pinggul serta mendapat sudut seperti posisi jongkok.
WC duduk bukan tidak direkomendasikan untuk melakukan buang air besar. Akan tetapi, dalam segi kesehatan lebih direkomendasikan menggunakan WC jongkok untuk alasan medis, salah satunya membantu permasalahan sembelit.
WC duduk tetap bisa digunakan untuk buang air besar terlebih untuk orang yang memiliki kondisi tertentu yang hanya bisa menggunakan WC duduk.
Walaupun tidak dipungkiri, penggunaan WC duduk bisa memberikan beberapa dampak kesehatan bagi tubuh seperti:
Dermatitis
Dermatitis atau peradangan kulit. Dapat terjadi ketika kulit bersentuhan dengan dudukan toilet yang kotor.
Gejala yang akan timbul yaitu ruam merah, gatal, dan kulit terasa kering, pecah, serta bersisik. Dermatitis bisa juga disebabkan karena bahan kimia dari produk pembersih toilet.
Wasir
Dapat terjadi karena kesulitan pada proses pengeluaran kotoran karena posisi duduk. Akibatnya, tubuh akan berusaha lebih keras untuk mengeluarkan kotoran dengan mengejan lebih keras yang dapat menyebabkan wasir.
Gejala wasir yaitu BAB berdarah, merasakan nyeri saat buang air besar, terasa gatal pada anus, dan munculnya benjolan lunak didekat anus.
Diare
Diare dapat ditularkan melalui WC duduk. Terjadi ketika kulit bersentuhan dengan dudukan toilet yang kotor dan ternyata telah terkontaminasi kuman penyebab diare.
Mungkin dengan memberikan penjelasan tentang beberapa kelebihan dan kekurangan dari WC duduk maupun WC jongkok, bisa menjadi pertimbangan untuk penggunaannya, walaupun dari segi medis lebih disarankan untuk menggunakan WC jongkok.
Kelebihan WC Jongkok
- Membantu otot pada usus besar menjadi lebih rileks untuk mengeluarkan kotorannya.
- Mencegah penumpukan tinja di usus besar.
- Menjaga saraf dan organ di panggul dari kerusakan karena tekanan yang kuat.
- Mencegah turunnya berok atau hernia karena mengejan terlalu keras
- Membantu meredakan wasir.
- Membantu menjaga pergerakan usus.
- Mencegah kembung
- Membantu kekuatan otot panggul pada ibu hamil
- Kekurangan WC Jongkok
- Memiliki model yang kuno
- Akan memberikan rasa nyeri pada tumit dan paha jika jongkok terlalu lama
- Tidak cocok untuk orang yang susah jongkok dan memiliki gangguan pada pergelangan kaki.
Kelebihan WC Duduk
- Memiliki model dan desain yang lebih modern
- Cocok digunakan untuk lansia dan penderita cedera lutut
- Dianggap lebih nyaman
- Kekurangan WC Duduk
- Memiliki harga yang cenderung mahal
- Dinilai tidak lebih sehat daripada WC jongkok
- Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih untuk buang air besar
- Meningkatkan risiko masalah kesehatan
(Anistigfar/Radar Jogja)