RADAR JOGJA – Artis Beby Tsabina baru saja menjalani operasi skoliosis yang sudah diidapnya sejak SMP kelas 2.
Kelainan tulang belakang yang di idap oleh Beby Tsabina ini terbilang cukup ekstrem, yakni mencapai 60 derajat.
Lantas apa itu skoliosis atau kelainan tulang belakang yang diidap artis muda Beby Tsabina?
Skoliosis
Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung atau menyamping secara tidak normal.
Skoliosis umumnya terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas mereka. Tulang belakang pengidap Skoliosis akan melengkung membentuk huruf C atau S.
Walaupun tidak dipungkiri bisa terjadi pada usia berapa pun. Skoliosis dapat terjadi lebih buruk pada anak perempuan.
Saat dewasa, pengidap Skoliosis bisa semakin parah hingga merasakan sulitnya bernapas, timbulnya rasa nyeri, serta kelainan bentuk pada tulang belakang.
Skoliosis jika dibiarkan bisa menyebabkan kelumpuhan.
Rasa sakit yang dialami pengidap Skoliosis ini beragam. Seperti rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang hingga ke bagian kaki, pinggul, dan tangan ketika sedang berjalan.
Nyeri punggung secara terus menerus. Nyeri punggung jangka panjang biasanya lebih dirasakan oleh orang dewasa yang sudah mengidap Skoliosis sejak kecil.
Skoliosis juga bisa mengakibatkan gangguan pada jantung dan paru-paru yang bisa membuat sulit bernapas.
Penyebab Skoliosis belum diketahui. Namun, faktor keturunan bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Gejala
Gejala umum dari Skoliosis ini adalah lengkungan tidak normal pada tulang belakang.
Akan tetapi, jika kondisinya sudah semakin parah bisa sampai berputar atau bahkan melintir yang dapat menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh lebih menonjol dibanding sisi lainnya.
Skoliosis juga dapat dilihat pada perubahan bagian dada, pinggul, dan bahu, yang mengalami perubahan seperti, adanya tonjolan pada salah satu bagian pinggul, ada yang condong ke satu sisi, salah satu bagian bahu dan tulang belikat terlihat lebih tinggi serta menonjol, juga punggung bawah yang terasa nyeri plus kaku.
Pengobatan
Jika Skoliosis yang diidap masih tergolong ringan, tidak memerlukan perawatan khusus.
Hanya pengawasan rutin dan pengambilan sinar-X setiap 6 bulan untuk memastikan Skoliosis tidak semakin parah.
Akan tetapi, jika sudah tergolong parah perlu pengobatan umum hingga operasi untuk mengatasinya.
Dengan Penyangga Tulang Belakang
Cara ini dapat dilakukan untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan yang mengalami Skoliosis.
Penggunaan penyangga tersebut dapat menghentikan lekukan pada tulang belakang agar tidak menjadi lebih buruk.
Menggunakan penyangga tulang belakang, umumnya dilakukan saat sudut lengkungannya sudah lebih dari 20 derajat.
Alat penyangga yang digunakan biasanya terbuat dari plastik dan harus digunakan selama 24 jam. Alat ini tidak akan terlihat saat digunakan.
Melakukan Operasi Fusi Tulang Belakang
Dilakukan dengan meletakkan potongan tulang atau bahan serupa dengan tulang, di antara bagian pada tulang belakang.
Potongan tulang tersebut akan ditahan menggunakan perangkat keras agar tulang tetap ditempatnya hingga kembali normal.
Melakukan operasi Pertumbuhan Tulang Belakang dan Tulang Rusuk
Operasi ini juga dapat dilakukan untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan yang mengalami Skoliosis yang lebih serius.
Caranya dengan menempelkan tongkat ke tulang belakang atau tulang rusuk untuk menjaga agar tulang dapat tumbuh tanpa kelainan. Tongkat tersebut harus disesuaikan dengan pertumbuhan anak.
Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya Skoliosis pada anak-anak, bisa dianjurkan untuk melakukan skrining Skoliosis rutin.
Skrining ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk mendeteksi Skoliosis sejak dini. (Anistigfar/Radar Jogja)