Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lifestyle Jadi Penunjang Style Berpakaian

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:00 WIB
PERCAYA DIRI: Dina Amalia saat kenakan turban pada momen-momen tertentu untuk terlihat lebih fashionable.
PERCAYA DIRI: Dina Amalia saat kenakan turban pada momen-momen tertentu untuk terlihat lebih fashionable.

RADAR PURWOREJO - Tidak semua orang memilih mengikuti tren penggunaan turban. Hal ini karena anggapan pemakaian turban yang masih tidak umum. Sebab sering dikaitkan dengan pengganti hijab oleh masyarakat umum.

Namun bagi Sari Novita Ningrum, turban adalah gaya berpakaian yang justru mampu menunjang kepercayaan dirinya. Di awal 2023, dia mengaku sempat tidak percaya diri saat menggunakan penutup kepala jenis ini. “Nah aku pengen nyoba nepis omongan itu. Menurutku, gaya berpakaian itu bukan cocok nggak cocok, yang penting itu pede saja," sebutnya kemarin (19/1). 

Awal mula Sari berpakaian dengan gaya turban, karena terinspirasi dari salah satu selebgram Tasya Marshela. Dari melihat gaya berpakaian selebgram tersebut, sari menilai ada keunikan. 

"Sebenarnya banyak yang men-judge penggunaan turban karena style dari turban biasanya lehernya tidak tertutup atau telinganya kelihatan. Memang beda turban dengan hijab," tegasnya. 

Cara menggunakan turban, lanjutnya, juga berbeda dengan pemakaian hijab. Menurutnya, penggunaan turban kuncinya ada di sanggul bagian belakang. "Sanggul bagian belakang harus gede, karena kalau tidak nanti rawan jatuh atau terbuka," bebernya. 

Kendala dalam pemakaian turban adalah seringnya kain turban jatuh. Karena bahanya yang licin hingga membuat rusak tatananya. Untuk itu perlunya pemilihan bahan kain dinilai penting. "Makanya aku biasanya pakai bahan paris, itu enggak tipis atau tebal banget," jelasnya. 

Pengguna turban lainnya adalah Dina Amalia. Perempuan asal Purworejo ini justru sudah menggunakan turban sejak duduk di sekolah menengah atas. Saat itu, dia melihat saudaranya yang menggunakan model turban ketika kondangan. “Ya sudah akhirnya lihat tutorial di YouTube," ungkapnya.

Siapa sangka, penggunaan turbannya kini justru sudah melekat pada Putri Otonomi Kabupaten Purworejo. Padahal, Dina tidak menggunakan turban setiap hari. Namun saat momen atau acara tertentu untuk menunjang penampilannya. "Biasanya pakai turban kalau ada kondangan, terus kalau ada acara fashion show. Waktu ajang Bagus Roro Purworejo (2023) aku juga pakai turban," ujar runner up Roro Purworejo 2023 itu.

Selama ini pula, dia tidak pernah menggunakan turban instan. Melainkan memakai hijab model pashmina yang kemudian dibentuk sendiri menjadi turban. “Sekarang nggak ribet sama sekali karena mungkin sudah terbiasa," katanya. (cr5/han/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#turban #lifestyle #Roro Purworejo