RADAR PURWOREJO - Kehadiran komunitas Max Rider Magelang (MRM) dapat menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan persaudaraan sesama pecinta bikers. Lebih-lebih, bisa menyatukan berbagai profesi dalam satu kegiatan. Mulai dari touring hinga kegiatan sosial.
Wakil Ketua MRM Bedrus Harsono menjelaskan, komunitas ini terbentuk sekitar Desember 2016. Saat itu, banyak orang yang saban malam Minggu mencari bakmi godok milik Pak Didik di dekat GOR Samapta, Kota Magelang.
Seperti orang berkumpul pada umumnya, mereka juga mengobrol dan saling bertukar pikiran. Membicarakan banyak hal. "Kami ngobrol ringan. Sekadar silaturahmi," ujarnya Jumat (2/2).
Karena merasa kian dekat, mereka yang notabene merupakan bapak-bapak itu berinisiatif untuk menjajal kuliner di luar Kota Magelang. Mereka pun menyetujuinya. Akhirnya, wacana itu direalisasikan. Mereka menunggangi motor andalannya masing-masing dan mayoritas adalah jenis N-Max.
Saat itu, kata Bedrus, yang ikut berburu makanan di luar kota sekitar 10 orang. Lantaran dirasa silaturahminya terjalin baik, lambat laun banyak orang yang turut serta bergabung.
"Karena itu, kami memutuskan untuk membentuk komunitas N-Max karena kebanyakan menggunakan motor jenis itu," jelas dia.
Bedrus menambahkan, selain untuk mewadahi para pecinta motor dan touring, komunitas ini terbentuk karena ingin memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Terutama dalam hal keselamatan berkendara dengan rombongan yang banyak.
Ketika tertib berlalu lintas, praktis kegiatannya tidak akan mengganggu pengendara lain. Dengan kata lain, komunitas MRM ini dapat menjadi contoh agar pengguna jalan tidak liar dan ugal-ugalan saat berkendara.
Hingga saat ini, lanjut Bedrus, anggota MRM terdiri dari beragam profesi. Mulai dari polisi, purnawirawan, anggota legislatif, bos mobil, pegawai ASN, pegawai rumah sakit, hingga pegawai kejaksaan. Meski berbeda profesi, tapi ketika berkumpul, mereka tetap satu keluarga.
Bedrus sendiri memang memiliki hobi touring sejak 1979. Dia sudah pernah keliling ke sejumlah daerah, termasuk Mandalika, Nusa Tenggara Barat. "Dari dulu memang suka touring. Terus ketemu sama teman-teman yang ternyata sefrekuensi. Akhirnya kami sering berkegiatan bareng," paparnya.
Kegiatan utama yang dilakukan, touring setiap bulan. "Kalau touring jarak dekat, tiap sebulan sekali. Kalau jauh, mungkin sekitar 4 bulan sekali. Kami pernah touring sampai Bromo, Guci, hingga Tambi," rincinya.
Selain itu, komunitas ini pernah turut serta melakukan penyemprotan di tempat ibadah saat Covid-19 lalu. Ada juga bakti sosial yang berkolasi dengan Satlantas Polres Magelang Kota saban Ramadan. "Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar berkendara dengan baik, terutama yang punya klub," tegas Bedrus. (aya/eno) Editor : Sevtia Eka Nova