Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Viral, Film Kiblat Mengalami Kontroversi. Apa Penyebabnya?

Silviananda Latifah Helen • Kamis, 28 Maret 2024 | 00:25 WIB

 

Poster film "Kiblat" yang kontroversial.
Poster film "Kiblat" yang kontroversial.

RADAR PURWOREJO - Film "Kiblat" adalah film horor Indonesia yang merupakan garapan sutradara Bobby Prasetyo, diproduksi oleh Leo Pictures dan rencananya tayang tahun 2024.

Namun, film ini telah menjadi kontroversi karena beberapa alasan.

Film "Kiblat" mengalami kontroversi karena penggunaan simbol-simbol agama Islam secara negatif dan potensial mengganggu umat Muslim dalam beribadah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti film ini karena dianggap tidak pantas dan berpotensi sebagai kampanye hitam terhadap ajaran agama.

Ketua MUI Bidang Dakwah, Cholil Nafis, menegaskan bahwa judul film ini, yang seharusnya merujuk pada arah kiblat Ka'bah, digunakan secara sensitif untuk menarik perhatian dengan konsep horor religi yang kontroversial.

Netizen juga merespons negatif, menyatakan bahwa film-film horor semacam "Kiblat" justru membuat orang takut dalam melaksanakan ibadah, seperti sholat.

Film "Kiblat" menjadi bagian dari tren film horor lokal yang memanfaatkan kegiatan ibadah umat Muslim sebagai tema utama.

Ustaz Hilmi Firdausi dari YPI Baitul Hikmah menekankan pentingnya untuk tidak menghororisasi simbol-simbol agama Islam agar tidak mempengaruhi praktik keagamaan umat.

Reaksi masyarakat dan netizen menunjukkan keprihatinan atas dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh film-film semacam ini terhadap keyakinan dan praktik keagamaan umat Muslim.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis, menyebutkan film ini tidak boleh tayang di bioskop karena alasan termasuk kampanye hitam terhadap ajaran agama.

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Lalapan, Mentimun Ternyata Dapat Membantu Menjaga Kesehatan pada Kulit

Lembaga Sensor Film (LSF) juga belum menyatakan film Kiblat lolos sensor.

Dengan demikian, kontroversi yang melingkupi film "Kiblat" tidak hanya berkisar pada aspek artistiknya, tetapi juga pada dampak sosial dan keagamaan yang mungkin ditimbulkannya.

Kritik yang disampaikan oleh berbagai pihak menyoroti pentingnya sensitivitas dalam mengangkat tema-tema agama dalam karya seni, serta perlunya penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dalam produksi konten media.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Film Kiblat #sensitif #Majelis Ulama Indonesia #lembaga sensor film #ajaran agama #kampanye hitam #kontroversi