Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Cek Fakta, Ada Apa dengan Gen Z? Benarkah Mereka Lebih Memilih Jadi Pengangguran dan Tidak Bekerja 

Luthfasari Ardani • Rabu, 29 Mei 2024 | 21:49 WIB
Ilustrasi gen Z
Ilustrasi gen Z

RADAR PURWOREJO – Akhir - akhir ini platfrom media sosial telah ramai diperbincangkan oleh publik karena kelahiran gen z telah memilih untuk menjadi pengangguran atau tidak bekerja.

Mereka yang memilih pengangguran banyak yang mengatakan bahwa di Negara Indonesia persyaratan masuk kerja entah itu diperusahaan maupun di tempat lain mempunyai syarat - syarata yang harus sesuai dengan ketentuannya, hal inilah yang memutuskan gen z untuk menjadi pengangguran di usia mudanya.

 Arif Tri Sastyawan yang merupakan Pusat dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dari penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu atau ( Disnaker - PMPTSP ) yang berasal dari Kota Malang telah mengaku,  belum dapat mengkonfirmasi berapa jumlah pastinya dari gen z yang memilih pengangguran tersebut.

Tetapi ia tidak menyangka karena sejauh ini pengamatan yang telah ia lakukan adalah memang benar - benar gen z memilih pengangguran dari pada melakukan kegiatan yang produktif seperti sekolah maupaun bekerja. 

Dirinya juga menambahkan cuitannya di atas bahwa " Gen z yang berada di Kota Malang kebanyakan mereka tidak mau merantau diluar Kota, mereka hanya ingin bekerja di Kota Malang saja. Memang ini menjadi sebuah tantangan kepada gen z yang tidak ingin merantau diluar Kota, akan tetapi jika tidak terlatih untuk mandiri atau tinggal diperantauan justru tidak akan mendapatkan relasi atau pengalama yang sangat luar biasa," imbuhnya.

Arif juga menjelaskan mengenai perihal data tersebut karena dari data itu yang pastinya belum mempunyai keakuratan yang pasti dan jelas, dirinya baru saja menyusun adanya data ketenagakerjaan ditahun ini. Ia juga berkolaborasi kepada Dinas Kependudukan, catatan sipil, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah agar dapat merekap data yang akurat mengenai permasalahan tersebut.

Selama ini dirinya juga aktif dalam menggelar seminar atau kepelatihan kerja untuk semua orang yang ingin bekerja, di antaranya seperti barista, tata kecantikan, tata busana, kuliner, dan lainnya. Ditahun 2024 ini semestinya sudah tercatat dan resmi dianggarkan sekitar Rp. 1,7 Milliyar yang masuk, data ini berasal dari bagian sumber APBD murni, Pokir, dan DBHCHT.

Ia juga menjelaskan permasalahan ini bahwa " Dari pelatihan yang telah dilakukan oleh Disnaker ini sudah satu paket mendapatkan sertifikat yang berstandar nasional, yang pastinya sudah diakui secara negara.

Akan tetapi dari kaum gen z janganlah kalian hanya mengandalkan adanya peluang kerja dari perusahaan karena itu memang susah jika dari pihak perusahaan mempunyai syarata yang sesuai, kalian dapat membuka usaha sendiri yang kalian ingkinkan dan mencari peluang kerja bagi yang membutuhkan," tuturnya

Dirinya juga berkomitmen untuk terus memberi penekanan adanya data dan angka dari pengangguran tersebut, karena Indonesia ini telah merencanakan dan mencanangkan Indonesia Emas ditahun 2045 mendatang. Yang mana setidaknya kemungkinan mempunyai ada dua syarat yang harus terpenuhi salah satunya pertumbuhan pada ekonomi saat ini berkisaran sebanyak 6 - 7 persen, kemudian dari data perolehan masyarakat menengah terus mengalami peningkatan karena dari Indonesia ini sendiri masih termasuk dalam kategori middle income trap. 

Editor : Heru Pratomo
#tidak bekerja #Disnaker #Gen Z #pengangguran