RADAR PURWOREJO - Sebagai makhluk sosial, berkomunikasi dengan orang lain sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari.
Mulai dari obrolan santai dengan teman atau keluarga hingga diskusi dengan rekan kerja.
Dalam berkomunikasi, sering kali kita terlalu fokus pada pesan yang ingin disampaikan, hingga lupa memperhatikan sikap atau attitude dalam cara menyampaikannya.
Tanpa etika yang baik dalam berkomunikasi, kita hanya akan dianggap sebagai orang yang tidak sopan dan tidak menghargai lawan bicara.
Ditengah dinamika kehidupan sehari-hari, memperhatikan attitude saat bertatap muka dengan orang lain bukan hanya sekadar basa-basi, melainkan kunci untuk membangun hubungan baik dan saling menghormati satu sama lain.
Agar obrolanmu selalu berkesan dan dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, simak 10 poin penting dilansir dari beberapa sumber berikut ini.
1. Jangan Kepo dengan Kehidupan Pribadi
Rasa ingin tahu itu wajar, tapi jangan sampai melanggar batas privasi orang lain.
Setiap orang pasti punya ruang privasi yang sensitif, seperti masalah keluarga atau kondisi keuangan, yang tidak ingin mereka bahas dengan sembarangan orang.
Sebaiknya hindari pertanyaan yang terlalu ingin mencari tahu atau pertanyaan pribadi, apalagi jika lawan bicaramu merasa itu adalah ranah yang sensitif.
Bijaklah memilih topik yang wajar dan relevan agar tidak menyinggung perasaan lawan bicaramu.
2. Fisik Bukan Bahan Bercandaan
Jangan pernah menjadikan fisik lawan bicaramu sebagai topik obrolan, apalagi dalam konteks negatif atau menjelekkan, meskipun dimaksudkan sebagai candaan saja.
Hindari topik ini karena kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan lawan bicaramu saat menerimanya.
Ingat, luka fisik mungkin cepat sembuh, tapi luka hati akibat perkataan tentang fisik bisa membekas sangat lama.
3. Jangan Membanding-bandingkan Lawan Bicara
Saat sedang mengobrol, fokuslah pada orang yang ada di hadapanmu.
Usahakan untuk tidak sampai membanding-bandingkan lawan bicaramu dengan orang lain.
Sikap membandingkan ini bisa memicu perasaan tidak diinginkan dan membuat lawan bicara merasa tidak dihargai.
Buatlah lawan bicaramu merasa spesial dan dihargai dengan kehadiranmu.
4. Jadilah Lebih Reseptif
Teman bicara yang baik itu punya sikap reseptif, alias mau menerima.
Artinya, kamu bersedia menerima gagasan dan pendapat lawan bicaramu secara terbuka.
Meskipun kadang terjadi perbedaan pemahaman atau pendapat, tunjukkan kedewasaanmu dengan tetap mendengarkan tanpa buru-buru menolak.
Jadikan sebagai bahan diskusi yang menyenangkan bersama-sama.
5. Selektif Memilih Kata
Kamu juga harus memiliki kemampuan dalam menyeleksi setiap kata (diksi) sebelum menyampaikan pesan kepada lawan bicaramu.
Kata-kata yang dipilih dengan bijak akan menciptakan suasana obrolan yang nyaman, sehingga lawan bicaramu tidak merasa tersinggung dengan ucapanmu.
6. Cerna Dahulu Baru Merespons
Kemampuan digestif atau kemampuan dalam mencerna topik, menangkap inti pembicaraan, dan memprediksi efek dari gagasan saat berbicara dengan lawan bicara itu sangat penting.
Dalam hal ini kamu juga perlu kemampuan asimilatif untuk menghubungkan gagasan yang disampaikan oleh lawan bicara dengan pikiranmu secara relevan.
Kemudian yang tak kalah penting, pandailah dalam membaca reaksi lawan bicara.
Jika mereka tampak tidak nyaman dengan topik tertentu, jangan diteruskan dan segera ganti ke topik lain.
7. Jangan Sok Tahu
Orang yang selalu merasa tahu segalanya itu menyebalkan.
Hindari bersikap sok tahu atau mendominasi percakapan seolah tahu segalanya.
Sikap seperti itu bukannya bikin kamu terlihat pintar, malah membuatmu tampak bodoh dan egois di mata orang lain.
Berikan ruang bagi lawan bicaramu untuk berbicara juga.
Baca Juga: Duh, Puluhan Anak di Wonogiri Menikah Dini: Gara-Gara Hamil Duluan, Ada Pula karena Digerebek Warga
8. Simpan HP-mu, Hargai Kehadirannya
Mendengarkan saat lawan bicaramu berbicara adalah elemen penting dalam sebuah komunikasi. Jika kamu sibuk main hp atau sering memotong pembicaraan, lawan bicara akan merasa tidak dihargai.
Sikap ini bisa membuat orang lain kapok dan enggan berbicara denganmu lagi di masa depan. Letakkan hp mu, tatap matanya, dan dengarkan dengan serius.
9. Kendalikan Nada Bicara dan Emosi
Komunikasi bukan bukan cuma apa yang kamu bicarakan, tapi bagaimana cara kamu menyampaikannya.
Penggunaan nada bicara yang tinggi, kasar, atau sarkastis bisa membuat lawan bicaramu merasa tidak dihargai.
Hindari nada menggurui atau merendahkan, karena hal itu akan meninggalkan kesan buruk yang sulit dihapus.
Kelembutan dan kesopanan dalam berbicara adalah kunci memenangkan hati lawan bicaramu.
10. Jadilah Orang yang Jujur
Kejujuran adalah pondasi dalam membangun sebuah kepercayaan, sekali kamu berbohong, rasa hormat orang lain akan hilang dan sulit kembali.
Selain itu, hindari sikap plin-plan atau tidak konsisten antara ucapan dan tindakan. (Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva