RADAR PURWOREJO - Tidak terasa sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadan.
Di bulan Ramadan, puasa merupakan ibadah wajib yang harus ditunaikan.
Oleh karena itu, orang tua haruslah menanamkan pelaksanaan ibadah tersebut sejak dini.
Namun, sebagian orang tua mempertanyakan, kapan sebaiknya anak-anak berlatih untuk puasa?
Kekhawatiran ini muncul biasanya didasari karena rasa takut orang tua apabila nantinya anak belum cukup kuat menahan lapar dan dahaga seharian penuh.
Dokter Irwan Hardiyanto, Board of Medical Excellence Halodoc, menerangkan bahwa anak sebenarnya sudah boleh diajarkan puasa sedini mungkin selama itu atas keinginan anak sendiri dan tidak karena dipaksakan.
Menurutnya, anak tidak perlu puasa selama sehari penuh untuk belajar.
Anak dapat melakukan puasa secara bertahap dengan durasi singkat dan konsisten, sesuai dengan kemampuan anak.
Di sini, yang terpenting bukan lamanya waktu puasa, melainkan niat anak dan kemampuan anak dalam menjalankan puasa.
Ia mencontohkan, anak dapat berpuasa hingga tiba waktu dzuhur dan kemudian untuk seterusnya dapat ditingkatan sesuai dengan kemampuan anak.
Proses belajar puasa ini sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan, bukan karena penekanan.
Dokter Irwan menekankan, bahwa keinginan berpuasa harus datang dari anak sendiri.
Keinginan yang datang secara sendiri inilah justru di kemudian akan memotivasi anak untuk mengulanginya.
Rasa bangga tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan positif anak.
Meski anak diperbolehkan belajar puasa sejak dini, namun terkait dengan pemenuhan gizi anak juga perlu diperhatikan selama belajar puasa.
Orang tua perlu memastikan anak memperoleh nutrisi seimbang serta tidak mengalami gangguan tumbuh kembang.
Sementara itu, anak dengan kondisi gizi kurang alangkah baiknya tidak dipaksakan untuk belajar puasa.
Kunci utama yang perlu ditegaskan kembali adalah jangan pernah memaksa anak untuk berpuasa.
Pendekatan yang lembut dan bertahap akan lebih efektif, karena bisa membuat anak menjadi jauh lebih nyaman.
Sehingga dengan demikian, kelak anak bisa menjalankan kewajiban ini secara sendirinya. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva