Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sering Digunakan Sebagai Simbol Kemewahan, Ketahui Asal Usul Munculnya Warna Ungu

Bahana. • Kamis, 5 Februari 2026 | 16:34 WIB

Warna mahkota ungu melambangkan kemewahan (ghatgpt AI)
Warna mahkota ungu melambangkan kemewahan (ghatgpt AI)
Warna ungu sering digunakan untuk melambangkan kemewahan, Bahkan warna tersebut sekarang sangat erat kaitannya dengan dunia psikologi. Bukan tanpa sebab, warna ungu ini digunakan karena banyak faktor.

Ungu identik dengan psikologi karena merupakan warna asli trisula, simbol dari psikologi itu sendiri.

Sebelum semua orang meyakini bahwa dari orang yang dapat melihat hal-hal aneh mengatakan bahwa jiwa atau psikis manusia memancarkan aura berwarna ungu.

Bahkan warna ini terkesan eksotis dan cerdas yang berakhir menjadi simbol spiritualitas.

Sedangkan alasan warna ungu menjadi simbol kemewahan, kemakmuran, kemegahan, dan kebijaksanaan karena pada warna ungu pertama kali diciptakan menggunakan ekstrak kelenjar siput laut maurex (Bolinus Brandaris).

Siput ini dapat ditemukan di pesisir mediterania yang saat ini merupakan negara Lebanon letaknya di kota Tyre, hal ini lah yang menjadi awal warna ungu diberi nama tyrian purple.

Dalam pembuatannya, dibutuhkan sekitar 250.000 siput untuk menghasilkan satu ons pewarna, ini yang menjadi penyebab warna ungu saat itu lebih mahal daripada koin emas sekalipun.

Cara pembuatannya terbilang susah, lendir harus dijemur dalam waktu yang tepat supaya menghasilkan warna yang cerah dan tahan lama.

Saat itu, warna ungu hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh bangsawan, bahkan yang diizinkan menggunakan full ungu hanya raja. Rakyat dilarang memiliki dan menggunakan warna tersebut.

Warna itu kemudian menjadi esklusif untuk kalangan elit, terutama dalam penggunaan jubah dan mahkota berwarna ungu.

Itulah alasan kenapa warna ungu berkaitan dengan kemewahan dan kebangsawanan. Namun sekarang warna ungu tersebut dapat digunakan oleh berbagai kalangan karena seorang kimiawan Inggris pada abad ke-19 yang menciptakan senyawa sintetis ungu dari kina, suatu obat anti-malaria. Senyawa tersebut menghasilkan warna ungu yang dapat digunakan untuk mewarnai kain dengan mudah.

Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah

Editor : Bahana.
#kemewahan