Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kenapa Banyak Orang Menemukan Ketenangan Saat Sendiri

Magang Radar Purworejo • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:15 WIB
Alasan banyak yang menyukai kesendirian.
Alasan banyak yang menyukai kesendirian.

RADAR PURWOREJO - Di tengah ritme hidup yang semakin bising, tuntutan sosial, dan jadwal yang padat, banyak orang justru mulai mencari ketenangan dengan menyendiri.

Fenomena ini kian terasa, terutama di kalangan anak muda dan masyarakat urban yang sehari-harinya akrab dengan keramaian, baik secara fisik maupun digital.

Menyendiri kini tak lagi selalu dipandang sebagai tanda kesepian atau keterasingan.

Bagi sebagian orang, waktu sendiri justru menjadi ruang untuk bernapas, menata pikiran, dan mengenali diri sendiri.

Duduk di kamar tanpa distraksi, berjalan sendirian di pagi hari, atau sekadar menikmati kopi tanpa ditemani percakapan, menjadi momen yang terasa menenangkan.

Psikolog menyebut kondisi ini sebagai solitude, berbeda dengan kesepian (loneliness).

Solitude adalah pilihan sadar untuk menikmati waktu sendiri, sementara kesepian lebih berkaitan dengan perasaan terasing yang tidak diinginkan.

Dalam konteks ini, menyendiri justru bisa memberi efek positif bagi kesehatan mental.

Saat sendiri, seseorang memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dari tuntutan sosial.

Tidak ada ekspektasi untuk merespons cepat, tampil menyenangkan, atau menyesuaikan diri dengan orang lain.

Otak pun mendapatkan ruang untuk beristirahat dari stimulasi berlebih yang kerap datang dari interaksi sosial dan media digital.

Selain itu, waktu sendiri sering kali membantu seseorang lebih jujur pada perasaannya.

Dalam kesunyian, emosi yang selama ini tertunda seperti lelah, cemas, atau bahkan bahagi, bisa muncul tanpa perlu disaring.

Proses ini penting untuk membangun kesadaran diri dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Fenomena ini juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental.

Banyak orang mulai menyadari bahwa terus-menerus berada di tengah keramaian, baik online maupun offline, bisa memicu kelelahan emosional.

Menyendiri menjadi salah satu cara untuk memulihkan energi sebelum kembali berinteraksi dengan dunia luar.

Di sisi lain, budaya produktivitas yang menuntut individu selalu sibuk dan terhubung perlahan mulai dipertanyakan.

Waktu sendiri kini dilihat bukan sebagai kemalasan, melainkan sebagai bentuk perawatan diri.

Bahkan, beberapa orang secara sengaja menjadwalkan waktu menyendiri di tengah aktivitas harian mereka.

Namun, para ahli tetap mengingatkan bahwa kunci dari ketenangan saat sendiri adalah keseimbangan.

Menyendiri yang sehat adalah ketika seseorang tetap mampu membangun relasi sosial dan tidak menghindari interaksi karena rasa takut atau trauma.

Jika menyendiri berubah menjadi penarikan diri yang berkepanjangan dan disertai perasaan hampa, hal itu bisa menjadi tanda masalah yang perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, ketenangan saat sendiri menunjukkan bahwa manusia tak selalu membutuhkan keramaian untuk merasa utuh.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, menemukan damai dalam kesunyian justru menjadi keterampilan penting.

Menyendiri bukan berarti menjauh dari dunia, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali dengan lebih utuh. (Raka Adichandra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kesehatan mental #ritme hidup #psikolog #Sendiri #Menemukan #ketenangan