Namun di balik tren tersebut, muncul pertanyaan: apakah self reward benar-benar bentuk apresiasi diri, atau justru menjadi pembenaran gaya hidup konsumtif?
Istilah self reward semakin sering terdengar di media sosial, khususnya di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Generasi Z memaknai self reward sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah menyelesaikan tugas, mencapai target, atau sekadar bertahan menjalani hari yang padat aktivitas.
Bentuknya self reward ini cukup beragam, mulai dari membeli makanan favorit, skincare, pakaian, hingga liburan sejenak sebelum kembali menjalani rutinitas harian.
Di media sosial, self reward kerap dibarengi dengan konten “healing” atau “me time” yang menampilkan aktivitas belanja dan nongkrong di cafe.
Tren ini tidak lepas dari pengaruh budaya populer dan gaya hidup yang mendorong individu untuk mengekspresikan pencapaian dirinya.
Fenomena self reward ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi di kalangan anak muda.
Self reward bukan lagi sekadar hadiah kecil, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup yang dipengaruhi media sosial, tekanan produktivitas, serta kebutuhan akan validasi diri.
Meskipun melakukan self reward itu baik demi menghargai pencapaian diri sendiri, namun penting untuk tetap dikotrol agar tidak berujung pada perilaku konsumtif atau mengganggu stabilitas finansial. Karena itu, literasi keuangan menjadi hal penting agar Gen Z mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Penulis : Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.