Agen perjalanan wisata Sarjana Backpacker mengungkap dugaan seorang peserta tur asal Madiun, Jawa Timur, meninggalkan rombongan saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan.
Insiden tersebut diklaim menyebabkan kerugian hingga Rp125 juta dan dikhawatirkan berdampak pada kepercayaan mitra di Korea Selatan serta proses pengajuan visa wisata bagi peserta asal Indonesia.
Informasi itu disampaikan Sarjana Backpacker melalui serangkaian unggahan di akun Threads resminya yang kemudian menjadi perbincangan warganet.
Dalam unggahan tersebut, pihak travel menyebut peserta yang dimaksud bernama Femas. Menurut Sarjana Backpacker, yang bersangkutan mengikuti seluruh rangkaian perjalanan seperti peserta lainnya dan tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan.
Pihak travel menjelaskan, saat rombongan berada di kawasan Myeongdong, Seoul, peserta tersebut berpamitan untuk melihat-lihat sepatu. Namun setelah itu, ia disebut tidak kembali ke hotel dan tidak lagi merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp dari tour leader maupun tim penyelenggara.
Sarjana Backpacker mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menghubungi peserta, termasuk menelusuri lokasi terakhir dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Korea Selatan. Hingga unggahan tersebut dipublikasikan, keberadaan peserta disebut masih belum diketahui.
Akibat kejadian itu, Sarjana Backpacker mengklaim harus menanggung risiko kerugian hingga Rp125 juta. Selain kerugian finansial, pihak travel juga menyebut insiden tersebut berpotensi memengaruhi hubungan kerja sama dengan vendor di Korea Selatan serta berdampak pada proses pengajuan visa wisata bagi peserta lain di masa mendatang.
"Yang paling membuat kami marah bukan karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban," tulis Sarjana Backpacker dalam unggahannya.
Melalui unggahan yang sama, Sarjana Backpacker meminta apabila ada pihak yang masih berkomunikasi dengan Femas agar menyampaikan pesan supaya ia segera kembali ke Indonesia dan menyelesaikan persoalan tersebut.
"Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan bertanggung jawab. Jangan biarkan begitu banyak orang yang tidak bersalah ikut menanggung akibat dari keputusanmu," tulis pihak travel.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan dari Femas terkait keterangan yang disampaikan Sarjana Backpacker. Belum ada pula informasi resmi dari otoritas Korea Selatan mengenai dugaan peserta yang meninggalkan rombongan tersebut.